Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politik Adu Domba Militer Inggris di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2005 03:11
Bagikan
Bagikan

Senin, 26 September 2005

Analisa Berita:

Hidayatullah.com–Politik adu domba yang dilakukan oleh Amerika dan Ingris untuk membuat perang saudara antara kaum Syiah dan Sunni Iraq akhirnya terungkap. Selama ini setiap ada penyerangan bom bunuh diri atau bom mobil terhadap rakyat sipil, kaum Syiah atau pun kepolisian nasional Iraq, media masa di Iraq ataupun di negeri-negeri Barat, selalu menyalahkan kelompok Sunni dibawah komando pemimpin Al-Qaida, Al Zrqawi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Walaupun banyak saksi yang mengatakan bahw bom-bom tersebut direkayasa oleh tentara Amerika atau Ingris sendiri untuk terjadinya perang saudara antara Syiah dan Sunni di Iraq, tetapi hal tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah Iraq ataupun kelompok Syiah sendiri.

Tetapi anggapan masyarakat Iraq yang meyakini bahwa yang merekayasa bom-bom terhadap rakyat sipil, anak-anak dan kelompok Syiah adalah tentara Amerika dan Ingris sendiri pada akhirnya mendapatkan bukti. Beberapa hari lalu, polisi Iraq di Basra pada hari senin tanggal 19 September menghentikan sebuah mobil yang mendekati kantor polisi mereka karena mereka mencurigai dua orang di dalam mobil tersebut berpakaian Arab, dan salah seorangnya berpakaian seperti ulama Sunni.

Ketika mereka mencoba mengehentikan, mobil tersebut  malah melaju terus dan menembaki mereka, akhirnya setelah dibantu oleh beberapa mobil polisi Iraq, mobil tersebut akhirnya bisa dihentikan.

Mereka menemukan mobil tersebut dipenuhi dengan bahan-bahan peledak. Dan diketahui bahwa yang didalam mobil tersebut adalah dua orang Ingris yang berpakaian sipil Iraq. Dua orang ini akhirnya ditahan oleh polisi Irak.

Kepolisian Iraq menuduh tentara Ingris berencan akan menanamkan bom di markas kepolisian di Basra, tetapi komando pasukan Ingris di Basra menolak dan melaporkan bahwa itu adalah tentara mereka berpakaian sipil melakukan “tugas rahasia”.

Sementara rakyat sipil di Basra ketika mengetahui hal tersebut, meyakini bahwa selama ini yang melakukan pemboman terhadap rakyat sipil, anak-anak dan tentara nasional adalah tentara Ingris sendiri. Maka mereka melampiaskan kemarahan mereka tersebut kepada tentara Ingris  dengan melemparkan bom molotov dan batu ke atas tank yang sedang berpratoli. Kejadian tersebut menyebabkan dua penduduk sipil Iraq meninggal.

Sementara itu Ingris sepertinya tidak mau rahasia mereka terungkap, sebelum kedua tentara mereka berbicara, mereka menyerang dan meluluhlantakan markas besar kepolisian Iraq di Basra hanya untuk membebaskan kedua tentara mereka tersebut. Hal ini menyebabkan sebagian besar tahanan di kepolisian tersebut melarikan diri.

Peristiwa ini meyakinkan rakyat Iraq bahwa dalang di balik pemboman sipil, dan terhadap kaum Syiah selama ini didalangi oleh para tentara sekutu, Inggris untuk menciptakan perang saudara antara Syiah dan Sunni.

Kejadian penyamaran dua tentara Inggris itu menambah keyakinan penduduk Basra bahwa mereka dibalik rekayasa berdarah. Ditambah lagi kedua orang tersebut justru melawan saat dihentikan polisi.

Keyakinan warga sipil akan tabiat tentara sekutu (dalam hal ini Inggris) itu semakin meyakinkan mereka tatkala dua pasukan Ingris menyerang dan meluluhlantakan markas besar polisi di Basra untuk menyelamatkan dua rekan mereka.  Peristiwa ini menambah keyakinan mereka bahwa Ingrislah di balik semua pengeboman rakyat sipil di Basra.

Basra yang dikenal penduduk dengan mayoritas Syiah sering mendapatkan peristiwa berdarah di mana serangkaian pengeboman terhadap penduduk sipil dengan korban kelompok Syi’ah. Kejadian-kejadian ini, seolah-olah ingin mengesankan bila kelompok Sunni lah pelakunya.

Walau begitu, rakyat Iraw mengetahui bahwa ini adalah politik adu domba yang dilakukan penjajah terhadap mereka.

Sementara itu, meski di dalam negeri Iraq sendiri mulai paham scenario-skenario itu, sikap tentara Inggris di Iraq terus dikecam berbagai tokoh. Kemarin, Penasehat Ketua Dewan Tinggi Revolusi Islam Iraq, Sayyid Muhsin Hakim, menilai aksi militer Inggris di kota Basrah telah melanggar seluruh ketentuan internasional.

Seperti dilaporkan Kantor Berita FARS, sambil menyinggung aksi Militer Inggris membebaskan secara paksa dua personilnya dari tahanan pasukan keamanan Iraq di kota Basrah, Muhsin Hakim menuntut pasukan asing untuk mematuhi ketentuan dan UU di Iraq.

Peristiwa serangan pasukan Inggris mengepung markas tempat penahanan dua tentara Inggris di kota Basrah menunjukkan, bila pasukan multinasional di Iraq tak menghargai konstitusi hukum di negeri itu.  (M Yusuf. dari berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bil Gates, Pria Terkaya di Amerika
Tulisan selanjutnya Hubungan Dengan Israel Rugikan Bangsa Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Berita
11 Juni 2026 13:00
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?