Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejuang “Jilbab” Turki Menggugat ke Uni Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2005 01:31
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 14 Oktober  2005

Hidayatullah.com–Masih ingat muslimah pemberani bernama Merve Safa Kavakci?, mantan anggota parlemen asal  Turki yang dipecat karena dianggap telah mengenakan jilbab di ruang sidang enam tahun lalu.

Akibat kegigihannya untuk tetap mengenakan busana muslimah tersebut, mengakibatkan pemerintah Turki mencabut kewarganegaraannya.

Akibat sikap diskriminatif pemerintah sekuler Turki sersebut, Kavakci terpaksa harus hengkang dari negerinya sendiri dan hidup di Amerika.

Beberapa saat yang lalu, pasca proses negosiasi resmi keanggotaan Turki bergabung ke Uni Eropa (UE) telah membuka kesempatan baginya untuk muncul dan menggugat pemerintah Turki yang dianggapnya telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengadilan HAM Eropa kemarin mendengar gugatan Partai Kebajikan (Fazilet Partisi) yang dibubarkan pada 2001.

Selain dirinya, penggugat lain adalah para tokoh partai itu, yakni mantan ketua Mehmet Recai Kutan, Nazli Ilicak, serta Mehmet Silay. Tiga nama itu pernah dibatalkan keanggotaan parlemennya dan dilarang jadi anggota parpol selama lima tahun.

Penggugat menganggap pembubaran itu pelanggaran atas Konvensi HAM Eropa, termasuk kebebasan memilih, berekspresi, berserikat, dan berkumpul, serta kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama.

Partai yang didirikan pada 1997 itu pernah menjadi oposan terbesar. Sebab, meraup 24 persen suara saat pemilu kota pada 1999 serta hampir 15,5 persen saat pemilu nasional. Ketika dibubarkan, partai itu punya 100 kursi di parlemen.

Setelah pelarangan, banyak yang berpindah ke Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Yang luar biasa, partai yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan ini kemudian menang mutlak. Erdogan sempat akan diganjal juga oleh kaum sekularis garis keras ketika akan menduduki kursi PM. Yang menarik juga, istri Erdogan selalu berjilbab di tempat umum.

Sekularisme Turki

Kavakci dan tokoh-tokoh dari Partai Kebajikan (Fazilet Partisi) pernah menganjurkan pemakaian jilbab di universitas negeri dan instansi pemerintah. Fazilet Partisi sebelumnya dikenal sebagai partai penentang hukum sekuler di negeri itu, termasuk larangan berjilbab di kantor pemerintah atau sekolah.

Tak hanya dikeluarkan dari parlemen, pejuang jilbab ini juga dituduh telah menghina negara lantaran sikapnya tak melepas kerudung. Kavakci dipaksa diusir dari fakultas kedokteran tempatnya studi di Universitas Ankara.

Mayoritas warga Turki sesungguhnya beragama Islam. Pihak militer atas dukungan Barat dan Eropa telah menjadikannya berfaham sekuler. Negara, bahkan melarang para wanita mengenakan kerudung di kantor-kantor publik dan universitas-universitas.

Pemakaian busana muslim itu, menurut pemerintah Turki dituduh sebagai melanggar prinsip-prinsip sekulerisme yang dianut oleh negara.

Pasca runtuhnya, Khilafah Islamiyah (Kekhalifahan Usmaniyah/Ottoman) terakhir di Turki pada tahun 1924 dan terpilihnya Kemal Ataturk tahun 1923, yang lebih memilih sekularisme dan Barat, Agama adalah masalah yang tak boleh terlihat di ruang publik.

Masjid-masjid yang indah itu hanya kemudian menjadi saksi bisu kebesaran Khilafah Islamiyah (Kekhalifahan Usmaniyah/Ottoman).

Demi sekularisme, Kamal Attaturk bahkan menjadikan faham sekularisme dengan cara paksaan. Tahun 1928, pemerintah Turki bahkan secara resmi menerapkan penggunaan abjad latin menggantikan huruf Arab yang selama ini dipakai di negara itu.

Pemerintah juga menghapus pendidikan berbasis agama
(madrasah), melarang pemakaian jilbab atau turban dan jubah bagi pria
di tempat umum dan bahkan kumandang azan.
Karena itu, meski masjid besar bertebaran di seantero Turki adzan jarang terdengar.

Meski demikian, semangat Islam masyarakat Turki tak pernah padam sampai hari ini. Terbukti semakin berkembangnya gerakan Islam dan tokoh-tokohnya. Salah satu tokoh Islam Turki yang kini terus melahirkan ide-ide besar adalah Harun Yahya.

Gagasan sekularisme  dan keberhasilan yang memisahkan agama dan negara dan melarang agama tidak boleh di ruang publik itulah yang kini sedang digagas anak-anak muda Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL). (afp/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan NATO Gerebek Perusahaan Keluarga Penjahat Perang Bosnia
Tulisan selanjutnya Dawam Raharjo: “Islam Sebaiknya dilarang saja”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?