Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cerita di Balik Permintaan Maaf Zionis atas Mavi Marmara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Maret 2013 11:24 11:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Maret 2013 11:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu hari Kamis (28/3/2013) mengungkap latar belakang permintaan maaf Zionis Israel atas peristiwa penyerbuan kapal Mavi Marmara dan rombongannya pada Mei 2010.

“Dalam setiap bidang diplomatik, terdapat tekanan berat atas Israel. Dalam sejumlah organisasi internasional dan isu-isu lainnya, terdapat ‘area batasan’, kata Davutoglo dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta SkyTurk 360. Dia menambahkan bahwa permintaan maaf yang akhirnya dinyatakan oleh Zionis Israel merupakan hasil dari diplomasi yang persisten, “sebab Israel perlu merasakan adanya tekanan tersebut.”

Menlu Turki itu mengatakan, setiap kali kedua negara hampir mencapai kesepakatan, pihak Zionis Israel selalu mengambil langkah mundur.

Isu itu kemudian diangkat lagi saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry berkunjung ke Turki. “Setelah kunjungan Kerry kami melakukan kontak lewat telepon, SMS dan e-mail,” kata Davutoglu.

Ankara menuntut setiap syarat dan ketentuan permintaan maaf Israel terhadap Turki atas insiden Mavi Marmara dituangkan dalam dokumen kesepakatan tertulis. Persyaratan yang diminta pemerintah Ankara antara lain pembayaran uang kompensasi oleh Zionis Israel kepada Turki dan janji penghapusan embargo atas wilayah Palestina di Jalur Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Davutoglu, semua kontak 15 hari menjelang permintaan maaf disampaikan Israel, dilakukan lewat Washington sebagai perantara. Kedua negara tidak melakukan kontak langsung. Hal itu dimaksudkan untuk menurunkan tingkat ketegangan, kata Davutoglu. Pernyataan maaf Israel tersebut sempat tertunda sebab teksnya masih diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani (Hebrew).

Davutoglu menyangkal kabar yang mengatakan permintaan maaf Zionis atas insiden Mavi Marmara terkait dengan masalah konflik di Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Bos CIA Minta Maaf karena Selingkuh
Tulisan selanjutnya Rekor MURI Dipecahkan Wisuda Akbar PPPA Daarul Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?