Kamis, 17 November 2005
Hidayatullah.com–Pada kesepakatan yang dicapai di saat-saat terakhir pada KTT Internet PBB di kota Tunis, Tunisia, para perunding setuju untuk membolehkan Amerika bertanggungjawab atas sistem alamat situs internet. Forum internasional itu kini akan membahas berbagai masalah di dunia maya meskipun hasilnya nanti tidak mengikat.
Ini membuka jalan bagi pembahasan tentang bagaimana negara-negara miskin bisa meraup keuntungan dari revolusi digital.
Sekitar 10.000 delegasi termasuk sejumlah pemimpin dunia, pakar teknologi dan pegiat diperkirakan akan mengikuti KTT Dunia tentang Masyarakat Informasi yang berlangsung selama tiga hari di Tunis.
Perseteruan tentang kendali atas internet sebelumnya dikhawatirkan akan membayang-bayangi pertemuan puncak itu.
Cina dan Iran mendesak agar dibentuk badan internasional dibawah PBB untuk mengawasi internet.
Meski demikian, Amerika Serikat secara tegas menentangnya dengan mengatakan hal itu akan mengancam perkembangan teknologi dan meningkatkan sensor internet oleh pemerintahan yang tidak demokratis.
Berdasarkan kesepakatan di Tunis, penanganan harian dunia maya dipegang oleh perusahaan bermarkas di California, Korporasi Internet bagi Pemberian Nama dan Nomor (Icann) yang bertanggungjawab langsung ke pemerintah Amerika Serikat.
Icann akan mempertahankan tanggungjawabnya dalam mengatur pemberian nama dan alamat situs seperti kode negara, dan mengatur lalu lintas program e-mail dan web browser.
Seratus tujuhpuluh negara yang ikut dalam perundingan itu sepakat untuk membentuk Forum Antar Pemerintah yang akan membahas semua masalah berkaitan dengan internet seperti e-mail sampah atau spam, virus dan kejahatan cyber.
"Kami tidak mengubah peranan pemerintah Amerika berkaitan dengan aspek teknis yang sangat kami khawatirkan," kata perunding utama Amerika, David Gross setelah kesepakatan dicapai.
David Gross mengatakan forum itu tidak akan memiliki otorita pengawasan dan tidak juga akan "menimbulkan masalah bagi sektor swasta".
Pertemuan pertama forum itu kemungkinan akan dilakukan awal tahun depan di Athena, Yunani. Sikap Amerika Serikat (AS) ini membuktikan bila negara ini ingin mendominasi dunia cyber. (bbc/cha)