Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Stasiun TV Al-Jazeera Protes Bush

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2005 02:48
Bagikan
Bagikan

Jumat, 25 Nov 2005,

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hidayatullah.com–Buntut pemberitaan harian Inggris Daily Mirror, seluruh pegawai televisi Arab Al-Jazeera menggelar protes damai di depan kantor pusat di Doha, Qatar, untuk memprotes niat Presiden AS George W. Bush untuk mengebom kantor mereka. Protes serupa juga dilakukan di kantor-kantor cabangnya, seperti di Mesir, Lebanon, dan Pakistan.

Itu buntut pemberitaan harian Inggris Daily Mirror yang membocorkan memo sangat rahasia yang berisi Bush berniat mengebom Al-Jazeera kepada Perdana Menteri Tony Blair di Washington pada 16 April 2004. Mirror menyetop pembeberan lebih lanjut memo itu setelah diancam jaksa agung Inggris untuk diadili. Dua pegawai pemerintah Inggris diusut karena pembocoran tersebut.

Direktur Al-Jazeera di London Wadhah Khanfar menyatakan mencoba menemui Blair. "Kami meminta pertemuan darurat dengan perdana menteri Inggris beserta seluruh editor harian (Daily Mirror) dan lainnya di London," tegas Khanfar. "Kami tidak akan diam sampai mendapat kebenaran, yang akan kami publikasikan."

Dari Kairo, wartawan jaringan televisi terbesar di Timur Tengah itu ikut memprotes. "Kami mendesak PBB dan masyarakat internasional agar berita ini diselidiki," tegas Kepala Biro Kairo Hussein Abdel Ghani. "Ini gila melihat ancaman datang dari sebuah negara yang kami anggap sebagai model kita semua di dunia Arab."

Pada 8 April 2003, wartawan Al-Jazeera Tareq Ayyoub tewas setelah dihantam bom AS di Iraq. Jubir Deplu AS di Doha, Nabil Khoury, mengaku bahwa bom itu salah sasaran. Salah seorang staf Al-Jazeera Rashid Hamid Wali juga tewas ditembak saat merekam pertempuran di Karbala, kota basis Syiah, pada Mei 2004.

Setahun sebelumnya, November 2002, kantor perwakilan Al-Jazeera di Kabul, Afghanistan, juga lebur dihantam misil AS. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena seluruh kru kebetulan keluar kantor. Pejabat AS lagi-lagi berdalih tidak tahu bahwa sasarannya adalah kantor Al- Jazeera dan mengira sarang teroris.

"Seluruh staf Al-Jazeera memutuskan menggelar protes simbolik duduk di depan kantor di Doha dan biro perwakilan luar negeri untuk memprotes berita ini," ujar wartawan Youssef al-Shouli, yang juga menjabat wakil presiden Asosiasi Pembelaan Wartawan Arab.

Hadir pula pejabat pers Hizbullah Mohammed Afifeh dan Ibrahim Mussawi. Begitu juga Kepala Dewan Audiovisual Lebanon Abdelhadi Mahfuz.

"Pemerintah AS sedang menyerang kemerdekaan berekspresi yang menjadi salah satu prinsip dasar demokrasi Amerika," kecam Mahfuz. (afp/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lemba Islam AS Bebas dari Tuduhan Terorisme
Tulisan selanjutnya DPR Tolak Permintaan BIN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?