Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Industri Daging Babi Eropa Terganggu Wabah Demam Afrika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2019 19:02 7:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2019 08:00
Bagikan
daging Bacon
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 120.000 ekor babi telah dibunuh di Bulgaria guna menekan kasus demam babi.

Strain Afrika dari virus penyebab demam pada babi sekarang ini menyebar ke peternakan-peternakan di kawasan Eropa Timur.

Di Rumania, 300 kasus baru dilaporkan pada bulan Juli. Pakar-pakar kesehatan hewan khawatir wabah itu berakibat buruk pada industri daging babi di benua itu.

Baik Rumania dan Bulgaria sudah mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran virus lebih jauh. Ratusan ribu babi sudah dibunuh.

Namun, sebagian peternak di bagian selatan Bulgaria menolak mengikuti langkah itu. Banyak yang tidak bersedia membantai ternaknya yang tidak terinfeksi virus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua negara itu termasuk yang termiskin di Uni Eropa. Pihak berwenang menghadapi tantangan cukup berat menyuruh petani agar mengikuti pedoman pencegahan demam babi Afrika.

Hampir 130.000 babi sudah dibunuh di enam peternakan di negara dekat Laut Hitam itu dalam kurun dua pekan terakhir, lansir Euronews Senin (5/8/2019). Pihak berwenang sejauh ini mendeteksi 30 insiden penyakit yang tidak dapat disembuhkan itu.

Meskipun fatal bagi babi, tetapi virus itu tidak mengancam kesehatan manusia.

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov mengatakan pemerintah akan memberikan kompensasi kepada pemilik yang sukarela membunuh babi ternak mereka, sebab negara itu bertekad membasmi wabah penyakit demam babi yang sangat menular tersebut.

Tahun lalu virus itu menyebar di seluruh Asia dan beberapa kasus terdeteksi di Eropa lima tahun terakhir.

Virus dibawa oleh babi hutan (celeng) yang dapat berbaur dengan babi ternak. Dari sini virus berpotensi mengganggu industri daging babi domestik.

Yunani sudah memutuskan untuk melarang impor daging babi dari Bulgaria, dan memperketat pemeriksaan di perbatasan.

Produsen daging babi Rumania menuding pihak berwenang gagal mengambil tindakan preventif, menyebutnya sebagai isu “penyakit politik”.

Komisi Eropa sudah menetapkan Bulgaria, Polandia dan Lithuania sebagai daerah berisiko tinggi.

Sejauh ini, belum terlihat kasus demam babi Afrika di Eropa Barat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babidemam AfrikaEropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atasi Pemadaman Bergilir Zimbabwe Tambah Impor Listrik
Tulisan selanjutnya Wan Azizah: Khat Bentuk Seni, Tak Ada Kaitannya dengan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Opini
25 Juni 2026 17:06
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?