Jum’at, 25 November 2005
Hidayatullah.com–Sejumlah lembaga dan yayasan sosial keislaman AS yang selama ini paling menjadi incaran pemerintah AS dan selalu dianggap memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok yang oleh Amerika disebut ‘teroris’ ternyarta dinyatakan terbebas dari segala tuduhannya itu. Laporan yang diturunkan Koran Al-Wathan terbitan Arab Saudi menyebutkan, Komisi Keuangan pada Senat AS dalam laporan terakhirnya menyatakan bahwa investigasi selama dua tahun yang dilakukan oleh komisi ini tidak menemukan bukti apapun terkait kecurigaan bahwa lembaga-lembaga keislaman itu telah menyuplai dana kepada kelompok teror apapun.
Disebutkan bahwa selama investigasi yang menelan biaya jutaan dolar AS itu, Komisi Keuangan Senat telah memeriksa rekening ratusan aktivis Islam yang memegang jabatan di lembaga-lembaga sosial keislaman AS. Akan tetapi, dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan sedikitpun indikasi penyelewengan dana sebagaimana yang dituduhkan oleh kelompok neo-konservatif Partai Republik.
Kerusuhan Paris
Sebagaimana halnya di Amerika, intelejen Perancis menegaskan bahwa para aktifis Islam di Perancis tidak berada di balik kerusuhan dan pembakaran yang terjadi selama tiga pekan terakhir.
Mereka memandang aksi kerusuhan itu didalangi oleh kelompok proletar di Perancis yang dominan berasal dari Afrika, Ethiopia dan Arab.
Menurut Kepala Sayap Intelejen Nasional Perancis, Beyar Du Bosky, seperti dikutip Islamonline, sejauh ini tidak mencatat pengaruh agama Islam di balik kerusuhan yang terjadi. "Kami harus mencari latar belakang yang lain untuk memahami aksi di balik kerusuhan ini," katanya.
Sebagaiama diketahui beberapa hari lalu sempat terjadi kerusuhan rasial yang menyebabkan terjadinya berbagai pembakaran di berbagai kota di Paris. (irib/iol/cha)