Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Citra Produk Bermerek Asal AS di Pasar Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2005 00:40
Bagikan
Bagikan

  

Rabu, 30 November 2005

 
 

Hidayatullah.com–Produk-produk buatan Amerika Serikat jatuh ke dalam  lubang gerakan anti-Amerika yang terus berkembang. Media Jerman demikian dikutip harian Deutsche Welle, (24/11) , McDonald, GAP, Starbucks, dan bahkan CNN, Disney dan tentu  saja Coca Cola, termasuk diantaranya.

Jaman keemasan produk Amerika Serikat sepertinya sudah lewat. Kini Amerika Serikat bukan lagi pemegang posisi  puncak produk bermerek di pasaran dunia. Demikia dikatakan Cary Silvers dari konsultan perusahaan “Gfk NOP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Cary Silvers, “Beberapa produk Amerika tertentu  tidak begitu digemari, dibandingkan dengan merek dari  negara lain.“

Kecenderungan ini sudah diamati Silvers selama beberapa  tahun dan ia menilainya sebagai berkembangnya sikap  penolakan terhadap segala yang berbau Amerika Serikat.

Penolakan ini juga dilakukan oleh Jerman. Berdasarkan data  yang diperoleh perusahaan tempat Silvers bekerja, Jerman  berada di peringkat kedua setelah Mesir dalam daftar negara yang merasa kurang terikat dengan budaya Amerika  Serikat.

Dengan demikian, Jerman menjadi negara Eropa yang paling  kritis terhadap Amerika. Silvers memperingatkan industri Amerika Serikat, bahwa masa-masa jaya saat produk AS sudah
berlalu.

John Quelch dari ’Harvard Business School’ juga memperingatkan kemungkinan adanya dampak yang serius  bagi perekonomian Amerika Serikat.

Menurut Quelch, kritik terhadap politik luar negeri AS tidak pernah membawa  perubahan terhadap pembelian produk, tetapi kali ini mungkin dapat terjadi. "Kita tidak sedang berhadapan  dengan aksi boikot yang hanya terjadi sementara, " kata Quelch. "Tetapi ini adalah tumbuhnya tipe konsumen internasional yang baru, yang menolak kapitalisme  Amerika, menolak Politik kami, dan menolak produk kami, sebagai simbol mereka, " tambahnya.

 Aiibat turunnya pamor Amerika ini, kini, sebagaian pengamat perdagangan memberikan saran pada AS untuk memperbaiki citra perusahaan. Menurut kebanyakan pengamat itu, sebaiknya perusahaan Amerika Serikat menyesuaikan diri dengan profil negara yang dituju sebagai sasaran pasar dan secara bersamaan mendukung proyek lingkungan hidup dan sosial, untuk menjadi warga dunia yang baik. (dwwd)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muzakarah Ulama Sumbar ajak Tegakan Syariat Islam di Ranah Minang
Tulisan selanjutnya Awas, Organisasi Anda Diadu Domba!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?