Hidayatullah.com—Gempa besar berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang daerah tenggara Iran dekat perbatasan dengan Pakistan dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 45 orang. Demikian dilansir Aljazeera dari berbagai media Selasa (16/4/2013).
US Geology Survey mengatakan gempa hari Selasa itu terjadi dengan titik pusat 86km arah tenggara Khash, Iran.
Menurut kantor berita Iran FARS, 40 orang tewas di daerah yang jarang penduduknya itu.
Seorang pejabat pemerintah Iran mengatakan diperkirakan jumlah korban gempa besar itu mencapai ratusan orang.
“Itu adalah gempa terbesar di Iran dalam 40 tahun ini dan kami memperkirakan ratusan orang meninggal,” kata pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu kepada Reuters.
Di Pakistan, lima orang lebih meninggal dunia di Panjgur, negara bagian Balokhistan, kata menteri dalam negeri Balokhistan kepada reporter Aljazeera. Di desa Mashkel, puluhan rumah yang terbuat dari lempung dilaporkan runtuh.
Koresponden Aljazeera lainnya di Pakistan yang mengutip keterangan para saksi mata melaporkan, ribuan rumah hancur sepenuhnya di wilayah Iran dekat perbatasan dengan Pakistan.
Dari Islamabad, Aljazeera melaporkan guncangan gempa bisa dirasakan sampai ke Karachi dan Balokhistan. Di Karachi banyak penghuni gedung yang dievakuasi.
Kepada Reuters para saksi mata di India mengatakan bahwa orang-orang yang berada di gedung-gedung tinggi berlarian ke luar menuju jalanan.
Hal serupa dialami orang-orang di Qatar dan Dubai, di mana terdapat bangunan tertinggi sedunia Burj Dubai.
Pekan lalu Iran juga diguncang gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang terjadi tidak jauh dari pembangkit nuklir di Busher. Sedikitnya 37 orang tewas dan lebih dari 850 orang luka-luka dalam peristiwa itu.
Desember tahun 2003, gempa di kota Bam yang terletak di selatan Iran membunuh sedikitnya 31.000 orang atau seperempat dari populasi kota itu. Ikut hancur dalam gempa tersebut sebuah benteng kuno yang terbuat dari tanah lempung.*