Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Desakan Politisi Katolik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2008 09:49
Bagikan
Bagikan

ImageHidayatullah.com—Sebagaimana dikutip Kantor Berita BBC, ribuan warga Katolik melakukan demonstrasi di dua kota Filipina selatan hari Senin, sehari setelah pengumuman perjanjian.  

Walikota ZamboangaCelso Lobregat, hari Senin, memimpin 3.000 orang dalam sebuah protes di dewan kota. Toko-toko yang biasa menjadi sasaran serangan kelompok Muslim ditutup selama sehari. 

Pemrotes memegang spanduk bertuliskan, "Gloria, Jangan Menjual Kami."  Mereka memohon kepada Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo untuk membatalkan perjanjian tersebut.

Para politisi Katolik di Filipina selatan telah mendesak Mahkamah Agung untuk menghentikan upacara penandatanganan itu. Menurut mereka, perjanjian itu belum dibicarakan dengan mereka.

Menurut para politisi Katolik, penandatanganan perjanjian perdamaian tersebut dapat menimbulkan kekerasan sektarian baru. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bagi kaum Katolik, langkah perjanjian itu akan membentuk daerah kantung Muslim Mindanau.

"Jangan membangun tembok Berlin diantara orang Mindanau," kata Celso Lobregat, walikota Zamboanga, di depan sekitar 10.000 orang.

Mahkamah Agung meminta kedua belah pihak untuk mengajukan kasusnya pada tanggal 15 Agustus.

Perjanjian itu dimaksudkan untuk secara resmi membuka kembali proses perdamaian guna mengakhiri konflik hampir 40 tahun.

Kepala Militer Jenderal Alexander Yano menegaskan, pihaknya akan menghadapi berbagai ancaman yang dilancarkan oleh sekelompok orang yang tidak puas dengan keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan rencana perjanjian damai itu. 

Penasehat proses perdamaian kepresidenan Hermogenes Esperon, yang juga mantan kepala militer, menyangkal tuduhan bahwa pemerintah menyerahkan wilayah selatan Filipina kepada kelompok pemberontak Muslim.

"Tidak ada kedaulatan yang diberikan. Hal ini demi Mindanao dan negara. Lebih baik melakukan dialog daripada berperang," katanya. 

Tak lupa, pejabat Amerika Serikat (AS) juga ikut-ikutan berkomentar.  Bagi AS, menurut perjanjian perdamaian ini dapat mengubah kawasan selatan Filipina yang kaya akan sumber alam menjadi pusat ekonomi.

Sebelumnya, baik MILF dan pemerintah Manila sudah menyepakati meraih perjanjian pada November 2009 namun batas waktu tetap tidak dipatuhi dalam pertemuan selama lebih sepuluh tahun.  [bbc dan beberapa sumber/cha/hidayatullah.com]

Foto politisi Erico Fabiandi di depan kantor Mahkamah Agung Filipina [afp]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Ba’asyir: “Saya Mundur dari Majelis Mujahidin”
Tulisan selanjutnya Perjanjian “Dihianati”, Kedamaian Muslim Moro Hanya Ilusi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Terbaru

  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?