Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mencari Jalan di Antara Dua Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2009 18:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Banyak di antara para pemuda Muslim Washington baru memasuki sekolah menengah atas tak lama setelah peristiwa 11 September  2001 terjadi. Sekarang 8 tahun kemudian, mereka sudah lulus perguruan tinggi dan memilih jalan hidupnya sendiri. Para pemuda itu adalah bagian dari generasi yang berbeda dengan orangtuanya dalam hal memilih karier, asimilasi, dan pandangan terhadap agama mereka.

Masa muda mereka dirusak dengan kecurigaan dan kecemasan orang Amerika terhadap Islam. Mereka berjuang bagaimana  menjalani hidup dalam tuntunan agamanya, bagaimana berpakaian hingga dengan siapa akan berkencan, di dalam lingkungan masyarakat Amerika yang sering memandang mereka dengan penuh curiga.

Lembaga survei dan peneliti mulai mengkaji kelompok anak muda ini, yang hampir 3/4-nya adalah generasi pertama atau kedua di Amerika. Salah satu topik besar yang dikaji, menurut Althaf Husain, adalah tentang keprihatinan mereka atas Islam yang dipandang berbahaya.

“Ada kelompok silent majority di antara para pemuda Muslim yang berkata: ‘Saya tidak akan menjadi juru bicara bagi agama saya. Saya tidak mampu untuk itu. Saya hanya akan menjadi relijius dalam kehidupan pribadi saja’,” kata Husain, seorang aktivis dan pekerja sosial populer yang menulis tentang pemuda-pemuda Muslim dan berbicara di kampus-kampus.

Banyak dari orang tua mereka dulu datang ke AS untuk belajar teknik, kedokteran, dan sains. Namun, banyak di antara generasi sekarang yang tertarik terjun ke politik, jurnalisme, dan pelayanan publik. Demikian menurut penelitian. Kejadian 11 September dan kebijakan ‘melawan terorisme’ pemerintah Bush,  memotivasi mereka di usia mudanya untuk memilih kebijakan yang baru dibuat pemerintah, yaitu pelatihan dan beasiswa dari lembaga pemerintah dan sektor swasta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menyadari kami tidak punya suara yang kami perlukan di kancah politik Amerika,” kata Nadia Sheik, 22, yang baru lulus dari Universitas George Washington dan berharap bisa sekolah lagi di bidang hukum. Dia belum lupa bagaimana agen-agen FBI mendatangi rumahnya di Portland, Oregon, tahun 2003 untuk menanyai keluarga mereka, setelah ia dan adiknya yang berusia 8 tahun serta ayahnya yang kelahiran Pakistan, diamati ketika mereka memotret pemandangan di daerahnya untuk keperluan pelajaran sekolah.

Sufia Alnoor mengatakan, ia ingin memiliki karier yang memungkinkan dirinya mengamalkan ajaran agamanya. Meskipun ibunya ingin agar ia menjadi dokter atau pengacara, ia ingin memanfaatkan ilmu komunikasi yang didapatnya dari Universitas George Mason untuk bekerja di bidang bantuan internasional atau lingkungan. Gadis 22 tahun asal West Springfield ini merasa resah dengan pesan-pesan yang diterima anak-anak Muslim.

“Kami diajarkan untuk merawat orang tua, tidak makan banyak daging, dan nilai-nilai dalam Islam,” kata Alnoor yang masih suka berpakaian gaul — ikat kepala berwarna warni dan kaos Power Rangers— di bawah kerudung dan baju longgarnya yang ia pakai jika keluar rumah atau bertemu dengan laki-laki bukan keluarganya.

Anak-anak Muslim zaman sekarang diajarkan untuk bersikap defensif, tidak menonton televisi, dan harus tahan terhadap penolakan dari budaya dominan di sekitar, demikian katanya.

Lebih lanjut Alnoor berpendapat, pemahaman yang lebih luas terhadap Islam akan didapat hanya dengan melakukan pekerjaan yang membantu orang lain. Perbuatan nyata lebih berarti dari sekadar kata-kata.

Lembaga riset Pew menemukan bahwa para pemuda Islam lebih relijius daripada orang tuanya. Dan hasil poling Gallup mengatakan bahwa para pemuda itu merasa, pertama, sebagai Muslim, baru kemudian sebagai orang Amerika. Banyak di antara mereka menyatakan berusaha menunjukkan apa artinya menjadi seorang Muslim.

Satu hal yang bisa menunjukkan hal itu adalah, trend dalam berkencan. Peneliti mengatakan bahwa  mereka berusaha untuk mengkombinasikan  tradisi  Islam yang ketat menyangkut masalah kencan dengan budaya masyarakat Amerika yang sangat ingin mengetahui segala hal tentang pasangannya.

“Tidak ada tempat untuk bereksplorasi dalam hal itu. Kita tidak tahu ke mana arah tujuannya,” kata Nadia El-Hillal, 22, lulusan Universitas Maryland.

Alejandro Beutel, 24, seorang mualaf yang sedang menempuh gelar master bidang kebijakan publik di Universitas Maryland mengatakan bahwa masjid-masjid dan komunitas sekolah harus menciptakan sebuah model, cara bagaimana orang-orang muda bisa bertemu–semacam model kombinasi antara cara-cara lama dan baru.

Salah satu trend, yang ia lakukan juga, adalah pertemuan lintas suku dan ras. Baru-baru ini, katanya, ia dan tunangannya (yang orang tuanya berasal dari Afganistan) pergi makan malam di jalan U bersama empat pasangan Muslim lainnya, semuarnya berbaur. Ia menyebutnya dengan “trippy”.

“Meskipun itu hal yang positif, tapi bisa jadi sangat sulit,” katanya. “Kita memisahkan agama dari kebudayaan,” kata Beutel. [wp/di/hidayatullah.com]

 

Foto muslimah AS dan gaya hidup ABG Muslim Amerika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Skotlandia Ingin Khotbah Jumat Bahasa Inggris
Tulisan selanjutnya Rata-rata Penderita HIV di DKI Remaja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?