Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejuang Asing Berdatangan, Pemerintah “Boneka” Afghan Cemas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2009 10:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Desakan terhadap AS dan negara-negara anggota koalisi militer di Afghanistan untuk menambah kekuatan tak mempan. Para petinggi AS pun masih berdebat soal perlu tidaknya menambah pasukan tempur di Afghanistan.

 “Musuh telah berubah. Jumlah mereka makin besar,” kata Jenderal Abdul Rahim Wardak, Menteri Pertahanan Afghanistan, di hadapan anggota DPR, Sabtu (10/10) waktu setempat.

Menurut Wardak, sekitar 4.000 pejuang, sebagian besar dari Checknya, Afrika Utara, dan Pakistan ‘telah bergabung dengan Taliban dan terlibat pertempuran di Afghanistan.’

Wardak mengatakan, badan intelijen Afghanistan telah meminta tambahan kekuatan internasional untuk mengatasi ancaman dari orang-orang asing itu.

Para pejabat militer AS mengatakan belum bisa memberi komentar soal klaim bergabungnya pejuang-pejuang asing bersama Taliban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Hanif Atmar menyatakan dukungan terhadap komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, yang memfokuskan upaya melindungi warga sipil ketimbang hanya membunuh para gerilyawan.

 “Bila target pertarungan ini hanya menghabisi Taliban, kita tidak akan menang. Bila (targetnya) menyelamatkan rakyat Afghan, kemungkinan itu ada,” kata Atmar.

Para pejabat Afghan sesungguhnya sudah menyentil kekhawatiran utama AS. Yakni tidak menambah pasukan ke Afghanistan sama dengan membuka pintu kepada kekuatan Al-Qaidah.

Pemerintah AS sendiri masih berdebat soal strategi di Afghanistan. Persoalan menjadi makin rumit karena ketidakpastian hasil pemilu presiden di negeri itu. Ada keraguan tentang kesahihan hasil serta kepemimpinan baru itu.

Seperti diketahui, Pemilu Agustus lalu masih menjadi sengketa dan pengumuman hasilnya ditunda karena ada dugaan kecurangan di seluruh negeri.

Tim penyelidik PBB kini tengah menganalisa data yang dikumpulkan oleh badan pengawas serta menghitung kembali perolehan suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang dicurigai curang.

Hasilnya menunjukkan 13 persen TPS menunjukkan perolehan suara yang seimbang. Cukup untuk mengubah hasil yang selama ini diklam sebagai kemenangan Presiden Hamid Karzai. NATO dan Amerika berusaha keras menunjukkan ekstistensinya kepada dunia atas kedigdayaan di Afhanistan. Sayangnya, mereka terus kuwalahan menghadapi milisi pejuang dan Taliban. [ap/sur/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ICW: 11 Komisi di DPR Sumber Korupsi
Tulisan selanjutnya Polisi Prancis Tangkap Ilmuwan Nuklir Asal Aljazair

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Berita
8 September 2026 12:57
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
  • Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?