Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Ungkap Hilangnya Masyarakat Uighur dalam Satu Malam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2009 12:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam sebuah wawancara dengan Epoch Times, Shohret memperkenalkan dirinya sebagai seorang dosen yang bekerja pada Universitas Xinjiang di Urumqi, dan kini sanak keluarga serta sahabat-sahabatnya masih berada di Urumqi.

Sebuah wilayah pemukiman di Urumqi yang disebut Horserace Track (Sai Ma Chang dalam bahasa Mandarin) dikepung polisi, dan penduduk laki-lakinya dikumpulkan di lapangan, menurut sebuah artikel berjudul “Tight Security in Xinjiang” yang diterbitkan oleh radio Free Asia, 6 Juli lalu.

Menurut Shohret, sebuah pembantaian telah terjadi di tengah kegelapan malam pada 5 Juli. Masyarakat Horserace Track lenyap. Banyak yang terbunuh dan ada sebagian dari mereka melarikan diri.

“Seluruh lampu penerangan dipadamkan dan hanya terdengar bunyi tembakan senjata mesin, sehingga sulit diketahui berapa banyak di antara mereka yang terbunuh dan bagaimana pun orang-orang tidak akan pernah menemukan mereka.” ujar Shohret.

“Pada 7 Juli, Partai Komunis China (PKC) telah menghasut China Han untuk turun ke jalan-jalan dengan membawa tongkat dan pentungan. Saya sangat menyesalkan mengatakan bahwa China Han menggunakan alasan balas dendam untuk membantai orang-orang Uighur, tak peduli pria, wanita maupun anak-anak. Mereka yang terluka maupun yang masih sekarat digilas truk, diangkut, dan dikubur secara masal,” ujarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia menambahkan, “Karena banyaknya jumlah warga Uighur yang ditangkap, pihak berwenang setempat tidak dapat menahan mereka seluruhnya di Urumqi, sebagian dari mereka kemudian dipindahkan ke wilayah-wilayah lain. Mereka dipukul dan disiksa dengan keji oleh tentara komunis. Banyak di antara mereka yang meninggal beberapa hari setelah mereka dibebaskan.”

Shohret mengatakan, ia mengetahui dari beberapa kamp konsentrasi yang bertempat di Hetian, Shihesi, dan Kashi.

Ketika berbicara pada “Forum 60 Tahun Kediktatoran Komunis” yang disponsori Epoch Times, Sabtu (17/10), di Melbourne, Australia, Sohret mengatakan bahwa konflik antara orang-orang Han dan para pekerja Uighur di kota Shaoguan, Provinsi Guangdong dan kekerasan 5 Juli di Xinjiang, benar-benar telah menghancurkan khayalan menyesatkan dari PKC.

Kini ia baru menyadari, bagaimana PKC merampas negeri dan kebudayaan orang-orang Tionghoa, setelah membaca ‘Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis,’ serangkaian editorial yang diterbitkan oleh Epoch Times.

Aksi 5 Juli di Xinjiang tersebut dipicu oleh konflik antara China Han dengan Uighur di selatan kota Shaoguan, Provinsi Guangdong, China, atas sebuah artikel pada blog yang mengatakan, enam orang Uighur telah memperkosa dua gadis Han. Kemudian dimunculkan menjadi rumor. Dua orang Uighur tewas dan lebih dari seratus orang luka-luka selama konflik tersebut.

Shohret menyatakan bahwa akar penyebab konflik etnis tersebut merupakan rekayasa komunis dalam perjuangan kelas, dan ini merupakan tragedi bagi bangsa Tionghoa, menggunakan konsep itu sebagai alasan untuk bertindak, memusnahkan kaum minoritas maupun mengelabui kaum mayoritas.

Ia mengatakan, PKC telah memanipulasi sentimen patriotisme orang-orang Tionghoa: “Ketika PKC berbicara tentang patriotisme, kaum minoritaslah yang dikorbankan. Anda dianggap sebagai seorang penjahat jika Anda berbicara lantang atas kelompok etnis Anda sendiri.”

Shohret mengatakan, “Kebudayaan Tiongkok Kuno lima ribu tahun menekankan keharmonisan, ‘langit dan bumi adalah satu’. Sebagai seorang warga Uighur, ia dididik dengan budaya Han, dan diakui China Han. Namun, PKC secara bertahap, telah menciptakan konflik antara Han dan Uighur. Kebudayaan China saat ini hanyalah seputar PKC dan perjuangan kelas.”

“Ini merupakan sebuah tragedi, kini saya berhenti di tengah-tengah. Saya menghendaki hubungan yang baik dengan warga Han, namun saya tidak bisa mengkhianati orang-orang Uighur, saya harus mencintai mereka juga,” ujar Shohret.

Pada “Forum 60 Tahun Kediktatoran Komunis” Shohret juga menyerukan kepada publik untuk memperhatikan masyarakat Uighur, orang-orang Tionghoa, dan nasib Tibet, serta menambahkan bahwa “Kita semuanya memiliki hubungan dekat, kita harus saling memahami, dan menghormati antarkelompok etnis maupun antarnegara-negara yang berbeda.”

Shohret kini tinggal di Adelaide, Australia Selatan. Ia merasakan perbedaan yang sangat besar antara tinggal di Australia dan China, tempat ia merasa takut mengungkap fakta kebenaran di Xinjiang. Sedangkan di Australia ia dapat berbicara kebenaran dengan jujur, serta apat tinggal dalam suatu kehidupan yang penuh martabat.

Dalam forum tersebut, Shohret juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Pionir Muda, sebuah organisasi afiliasi PKC. Ia juga akan menyarankan kepada ibunya untuk mundur dari PKC dan organisasi-organisasi afiliasinya. [et/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemeriksaan Lancar, Sebagian Jemaah Terserang ISPA dan Batuk
Tulisan selanjutnya Veto Laporan Goldstone Akan Hancurkan Kredibilitas PBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Berita
25 Juli 2026 10:49
Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat
Ketua Umum MUI Dorong KUII VIII Hasilkan Rekomendasi Tegas Terkait LGBT
KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?

Terbaru

  • Survei: Hampir Separuh Warga AS Dukung Penangkapan Netanyahu
  • Laznas BMH dan Baitul Wakaf Gelar Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Sleman untuk Kemandirian Ekonomi Umat
  • Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
  • Laporan: ‘Israel’ Danai Kampanye Rp840 Miliar untuk Mempengaruhi Jawaban AI soal Gaza
  • Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
  • Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada
  • Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
  • Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
  • MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
  • Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?