Hidayatullah.com–Israel menyulut konfrontasi baru dengan menyatakan akan membatasi jumlah umat Muslim yang akan berdoa di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan. Polisi Israel dan para arkeolog mengingatkan, karena gempa bumi yang terjadi baru-baru ini, sebagian halaman Masjid Al-Aqsa, tempat suci umat Islam ketiga, bisa ambruk jika menampung jumlah umat melebihi kapasitas saat memulai bulan suci Ramadhan.
Para ulama Muslim marah dan mengecam klaim Israel itu. Mereka mengatakan, para insinyur Arab memastikan bahwa tempat itu aman. Mereka kemudian menuduh Israel membesar-besarkan ancaman dengan maksud meningkatkan kontrol atas tempat itu.
Puncak bukit tempat masjid itu berdiri diakui Israel sebagai tempat suci mereka, tempat kitab suci berada. Karena itu, kawasan ini menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Otoritas Benda Purbakala Israel Rabu (13/10), membenarkan pernyataan polisi Israel bahwa tembok bagian timur Masjid Al-Aqsa tidak kokoh lagi setelah gempa bumi hebat pada Februari lalu.
Otoritas itu mengatakan, para insinyurnya telah menyelidiki dan menyimpulkan, jika dalam waktu dekat tembok itu tidak diperbaiki, maka kemungkinan besar akan ambruk. Karena itu, Kepala Polisi Israel, Gideon Ezra mengatakan, dia ingin agar Wakaf dilaksanakan di halaman bagian tenggara masjid dan dalam jumlah yang terbatas. “Jika permintaan itu tidak diindahkan, kami akan mengkaji kembali.”
Batasi
“Melihat kondisi sesungguhnya dan ancaman yang ada, kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Kami akan membatasi jumlah umat yang berdoa sebanyak 50.000 atau 60.000 orang,” kata Ezra kepada Radio AD Israel Halaman masjid itu bisa menampung 250.000 orang dan biasanya diisi penuh selama bulan suci Ramadan tiba.
Kepala ulama Muslim Jerusalem mengatakan, dia tidak bisa menerima begitu saja permintaan Israel, tetapi harus mendengarkan pendapat dari para insinyur dari Mesir dan Jordania yang dulu memeriksa tembok masjid itu setelah gempa bumi. Hasilnya, tidak ada ancaman berbahaya,” kata Mufti Ikrema Sabri. (ap/ant/rtr/wpd)