Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Sita 15 Ribu Injil dari Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2009 17:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Malaysia telah menyita lebih dari 15.000 eksemplar Injil yang memuat nama “Allah”, dalam beberapa bulan terakhir. Demikian keterangan gereja setempat, Kamis (29/10), sebagaimana disiarkan sebuah situs Kristen.

Menurut Rev. Herman Shastri, Sekretaris Jenderal dari Dewan Gereja-Gereja Malaysia, sekitar 10.000 eksemplar Injil terbitan Indonesia, disita oleh pihak berwenang, sedangkan 5.100 eksemplar Injil lainnya—juga berasal dari Indonesia—telah “diamankan” pada Maret 2009.

Sebagaimana diketahui, di Malaysia dilarang keras mencantumkan nama “Allah”—untuk merujuk kepada Tuhan—dalam buku-buku dan literatur Kristen. Ini karena, menurut pemerintah Malaysia, kata “Allah” merupakan sebutan eksklusif umat Islam untuk Tuhan.

Namun gereja-gereja setempat berpendapat bahwa kata “Allah” bukan kepunyaan umat Islam, karena kata tersebut sejatinya berasal dari bahasa Arab yang sudah ada jauh sebelum agama Islam lahir.

Ribuan Injil yang disita itu, merupakan Injil yang sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia, dan mencantumkan nama “Allah”, yang berarti Tuhan dalam bahasa setempat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

 “Malaysia telah mengadopsi sejumlah kata dari Arab, maupun dari Sansekerta dan Portugis,” kata Shastri. “Oleh sebab itu, kami memiliki hak untuk menggunakan (kata “Allah”).

“Namun saya kira ini telah memicu isu bahwa telah terjadi penyerangan terhadap agama Islam di kalangan komunitas muslim,” imbuh Shastri.

Pemerintah sendiri telah menyatakan bahwa penggunaan kata “Allah” pada buku-buku dan literatur Kristen dapat membingungkan umat Islam.

Sekitar 60 persen dari populasi penduduk Malaysia beragama Islam; sekitar 9 persen di antaranya adalah penganut Kristen; pemeluk agama Budha mencapai 19 persen; dan sekitar 6 persen di antaranya beragama Hindu.

Penyitaan Injil di Negeri Malaysia merupakan insiden terbaru dalam pertarungan panjang antarumat kristiani dan pemerintah Malaysia, atas penggunaan kata “Allah”.

Sebelumnya, koran mingguan Katolik di Malaysia, The Herald, dimejahijaukan dalam proses pengadilan yang telah memakan waktu lebih dari dua tahun, usai pemerintah mengancam akan mencabut lisensi koran tersebut karena menggunakan kata “Allah”.

 “Bagi orang Kristen di Malaysia, ini bukan mengenai perlawanan terhadap pemerintah. (Karena) mereka telah menggunakan kata “Allah” sejak dahulu kala,” pungkas Shastri. [chtp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Didampingi Satpol PP, Warga Serbu Warung Remang Cakung
Tulisan selanjutnya Aliran Sesat Lebih Berbahaya dari “Teroris”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?