Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Style Islam, Fesyen Pemuda Muslim Gaul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2010 20:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ada trend pakaian gaul muslim dari Jerman. T-shirt dan hoody (kaos bertudung kepala) bertuliskan “Terrorism has no religion” atau tunik yang memuat pesan, “Hijab. My right. My choice. My life” bisa Anda jumpai dikenakan oleh sebagian muslim di sana.

Proyek itu lahir pertama kali pada 2006, ketika gelombang massa muslim memprotes kartunis Denmark yang menggambar Nabi Muhammad dengan pesan anti-Islam. Desainer Melih Kesmen muak dengan aksi-aksi anti-Muslim yang semakin marak, baik lewat protes ataupun pengekangan kebebasan berbicara.

Oleh karena itu, Kesmen, seorang muslim keturunan Turki yang lahir dan dibesarkan di Jerman memutuskan untuk menuangkan suara hatinya lewat fesyen.

“Awalnya saya hanya membuat sweater sendiri bertuliskan ‘I love my Prophet’ untuk menegaskan sikap sebagai seorang muslim yang toleran dan cinta damai,” kata pria berusia 34 tahun itu.

Responnya ternyata cukup bagus. Banyak orang di jalan yang bertanya di mana ia mendapatkan pakaian itu. Kesmen segera menyadari adanya peluang pasar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bersama dengan istrinya, Yeliz, ia membuat Style Islam, sebuah merek pakaian kasual dan gaul yang bertemakan pesan-pesan Islam.

Dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun ini Style Islam telah menampilkan 35 motif budaya pop Islam. Selain pakaian, mereka juga melengkapi koleksinya dengan tas dan poster.

“Wanita paling suka membeli pakaian anak-anak yang bertuliskan ‘Mini Muslims’ di dada,” kata Yeliz Kesman, 30, istri Melih Kesmen.

Untuk t-shirt katun mereka menjualnya dengan harga di bawah 20 euro ($27), tas laptop dan hoody lengan panjang sekitar 35 euro ($47). Style Islam juga menawarkan gantungan kunci dengan gambar gadis muslim berjilbab yang sedang berdoa.

Melalui internet, perusahaan itu menjual produk pakaian mereka ke pelosok Eropa Barat, AS, Kanada, Turki. Target pasar selanjutnya adalah Timur Tengah.

“Kami mendapat banyak pesanan dari Mesir, UEA, dan Maroko,” kata Kesmen di kantornya yang terletak di Witten, Jerman.

“Mereka semua ingin membeli produk-produk kami, tapi kami belum membuat infrastruktur pengiriman barang ke wilayah Arab.”

Sekarang ini merek itu menjual ratusan jenis barang setiap bulannya, dengan mengandalkan kreativitas tujuh orang desainer.

Berapa sebenarnya jumlah omzet mereka belum diketahui, yang pasti seiring penjualan yang terus meningkat, mereka berencana akan membuka cabang di Berlin dan beberapa kota lain.

Sebelum mendirikan Style Islam, Melih dan Yeliz Kesmen belajar  desain grafis dan bekerja di biro iklan. Sama seperti suaminya, Yeliz keturunan imigran Turki yang datang ke Jerman tahun 1960-an.

Menurut Kesmen, ia melakukan pekerjaannya dengan menggunakan sudut pandang Eropa.

“Pertama dan paling utama kami adalah muslim Eropa. Kami dilahirkan di sini dan merasa di sinilah rumah kami,” kata Kesmen menjelaskan latar belakang usahanya. “Ketika kami ke Turki, kami menjadi orang asing. Di sana mereka menyebut kami Turki Jerman.”

Pembeli utama produk-produk Style Islam adalah muda-mudi imigran muslim, dengan usia antara 17-35 tahun. Produk mereka populer di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin memberikan makanan bagi otak dengan pakaian kami, dan menunjukkan bahwa bukanlah sebuah kontradiksi menjadi muslim yang menjalankan agamanya sekaligus moderen, jenaka, dan kritis,” ujar Kermen.

Namun tidak semua orang setuju dengan pendapat itu. Perusahaan Kesmen menerima banyak email yang menentang penggunaan kalimat dan simbol Islam. Produk pakaian mereka dianggap terlalu gaul, tidak menunjukkan bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang serius atau sakral.

Namun Kesmen menyangkal, dengan mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud menghina. Sebagai contoh katanya, mereka tidak menampilkan gambar Nabi Muhammad.

Mereka punya produk kaos bertuliskan pesan populer, “Gaza Stop the Killing Now” dengan gambar cetakan telapak tangan berwarna merah. Desain lain ada yang bertuliskan “Jesus & Muhammad Brothers in Faith.”

Abbas Schulz, seorang imam muda dari Berlin, tidak keberatan dengan pesan-pesan yang disampaikan.

“Teman-teman memberitahu, dan saya langsung pesan sebuah hoody ‘I Love My Prophet’ warna hitam,” kata Schulz kepada AP. “Saya senang dengan pesan yang disampaikan dan desain orientalnya juga sangat bagus.” [di/ap/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimold migratePemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
Tulisan selanjutnya Label Non-Alkohol di Minuman Tak Jamin Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?