Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Tunisia Desak PM Youssef Chahed Mengundurkan Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2018 06:40 6:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2018 07:35
Bagikan
Beji Caid el Sebsi
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Tunisia Presiden Tunisia Beji Caid el Sebsi mendesak Perdana Menteri Youssef Chahed untuk mengundurkan diri terkait krisis politik dan ekonomi yang melanda negara itu.

Presiden Beji Caid Essebsi telah menarik dukungannya untuk perdana menteri yang berkonflik dengan putranya.

Putra Essebsi, Hafedh Caid Essebsi, adalah pemimpin partai yang berkuasa Nidaa Tounes, yang mendesak Chahed mengundurkan diri pada bulan Mei, dimana  ia memecat Chahed melalui telepon karena kegagalan pemerintah Chahed untuk merangsang ekonomi Tunisia. Panggilannya didukung oleh serikat Perserikatan Buruh Tunisia (UGTT) yang berpengaruh, yang menolak usulan reformasi ekonomi PM Chahed.

Chahed, yang ditunjuk Essebsi pada tahun 2016, menuduh putra presiden menghilangkan partai Nidaa Tounes dan mengatakan krisis di partai tersebut mempengaruhi lembaga-lembaga negara.

Baca: Israel Khawatir Kelompok Islam Berkuasa di Tunisia

Pemecatan Chahed pun disambut baik oleh Perserikatan Buruh Tunisia (UGTT) yang menolak reformasi ekonomi ala Chahed. Di kesempatan lain, Partai Islam yang kini beralih menjadi moderat Annahdah (Ennahda) menilai pemecatan Chahed dapat menstabilkan ekonomi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada perbedaan antara pihak-pihak dan organisasi nasional tentang pemerintah, antara pemerintah dengan pemain kunci seperti UGTT dan beberapa pihak,” ujar el Sebsi kepada televisi lokal.

“Jika situasi ini berlanjut, maka perdana menteri harus mengundurkan diri atau pergi ke parlemen untuk meminta kepercayaan,” tegasnya.

Baca: Tunisia Negara Muslim Bukan Republik Islam 

Partai Annahda menyatakan bahwa penarikan Chahed akan mempengaruhi stabilitas negara pada saat itu membutuhkan reformasi ekonomi.

Tunisia dianggap sebagai model keberhasilan Arab Spring  karena protes yang menggulingkan Zainal Abidin Ben Ali (Zine El Abidine Ben Ali) pada 2011 tanpa memicu kekerasan seperti yang terjadi di Suriah dan Libya.

Namun sejak itu, sembilan kabinet gagal untuk menguraikan masalah ekonomi, termasuk inflasi dan pengangguran yang tinggi dan meningkatnya ketidakpuasan di antara para kreditur, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), yang katanya akan menyelamatkan Tunisia sejauh ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:annahdahBeji Caid el Sebsiekonomi TunisiaEnnahdaNidaa TounesPerserikatan Buruh TunisiaPresiden TunisiatunisiaUGTTYoussef Chahed
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah: Harga Telur Naik juga Karena Piala Dunia
Tulisan selanjutnya Anak-Anak Suriah Berhasil Menghafal Quran di Bawah Kepungan Rezim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?