Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Noam Chomsky: Iran Gila Jika Tidak Kembangkan Nuklir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Maret 2010 15:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Noam Chomsky mengkritik sikap munafik Amerika Serikat dalam masalah nuklir. Bahkan seorang yang paling konservatif pun bisa setuju dengan pendapat Chomsky, paling tidak dalam satu hal, yaitu tidak ada seorang pun dalam pikirannya yang benar, ingin agar Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun menurut Chomsky, proliferasi nuklir membutuhkan tindakan timbal-balik dan bukannya kecaman internasional.

Reputasi Chomsky sebagai seorang penulis buku yang mumpuni dalam masalah linguistik, filsafat, sains kognitif, ilmu politik dan media, mungkin akan dipandang sebagaian orang berangkat dari argumen teoritis yang hanya bisa dipahami oleh segelintir orang saja.  Namun dalam masalah hubungan internasional ia mengambil cara berpikir pragmatis. Kesimpulannya adalah, pengembangan senjata nuklir Iran untuk keamanan negaranya tidak perlu ditakutkan, karena Iran mendapatkan ancaman secara sistematis dari Amerika Serikat dan Israel.

Berbicara di Harvard’s Memorial Church Sabtu 6/3, Chomsky mengkritik kebijakan luar negeri 91 Obama dan menjelaskan alasan historis mengapa Iran memandang perlu untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Jika mereka tidak mengembangkan senjata penangkis nuklir, mereka gila,” kata Chomsky seperti dikutip The Harvard Law Record (12/3).

Hal yang menjadi masalah sebenarnya menurut Chomsky adalah sikap menyimpang dan munafik dari AS, yang terus menerus mengancam Iran dengan sanksi militer jika tidak sejalan dengan kehendak PBB.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sikap bermusuhan Amerika Serikat dan kliennya, Israel, adalah alasan utama keputusan Iran apakah akan mengembangkan senjata penangkis nuklir atau tidak.”

Dalam pandangan Chomsky, Resolusi DK PBB 1887 yang sangat didukung AS, menyerukan kepada seluruh bangsa agar berpartisipasi secara damai dalam gerakan internasional nonproliferasi nuklir. Resolusi itu mendukung negara-negara di dunia mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan rakyat, dengan menekankan perlunya memberikan akses pemeriksaan kepada IAEA.

Menurutnya, pencantuman kata aksi damai dalam resolusi PBB itu, terutama ditujukan kepada Amerika Serikat dan ancamannya yang tersembunyi yaitu, “Kita harus menjaga semua pilihan terbuka.”

Bahkan meskipun kapal selam nuklir dengan rudal-rudal AS ditempatkan dalam jarak yang bisa menjangkau Iran, Chomsky tidak melihat adanya kemungkinan Iran akan menggunakan senjata nuklir di masa datang untuk tujuang ofensif.

Namun ia mengingatkan, “Ancaman-ancaman yang ada, mempengaruhi Iran untuk mengembangkan penangkis nuklir.”

Meningkatnya ketengangan antara AS dan Iran menurut Chomsky tidak masuk akal. Mengingat Iran memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil (karena Iran  ikut menandatangani kesepakatan nonproliferasi nuklir).

Ia melihat adanya ‘Kekaisara Amerika’ dalam kecaman pemerintah atas Iran yang dianggap tidak mengikuti permintan masyarakat internasional. Karena menurut Chomsky, istilah ‘masyarakat internasional’ yang digunakan dalam retorika semacam itu maksudnya adalah tidak lebih dari pendapat Washington dan sekutunya.

Coba lihat sejarah posisi munafik AS dalam hubungannya dengan tiga negara yang tidak ikut menandatangai kesepakatan nonproliferasi nuklir, yaitu Israel, India dan Pakistan. Ketiga negara itu, kata Chomsky, semuanya mendapatkan teknologi nuklir dari AS, sementara mereka melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.  Tapi sayangnya, kebanyakan rakyat AS tidak mengetahui hal ini karena bias pro-pemerintah yang dilakukan media massa.

Intinya, ia yakin Obama meneruskan kebijakan perang Bush. Dan untungnya, kata Chomsky, kita hidup pada masa di mana gerakan anti-perang lebih kuat dibanding tahun 1960an. [di/hvlr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Dukung Kehadiran Obama ke Indonesia
Tulisan selanjutnya Silajdzic Bicarakan Ganic di Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?