Hidayatullah.com—Pihak berwenang menggeledah sejumlah properti di Jerman, Swiss dan Hungaria setelah mengetahui sebuah perusahaan perdagangan farmasi Jerman menjual obat palsu, kata Kepolisian Jerman hari Jumat (25/1/2019).
Dilansir DW, aparat Jerman juga melakukan penyelidikan atas seorang manajer berusia 42 tahun yang di perusahaan berbasis di Jerman bagian barat daya itu. Di tempat terpisah, aparat Hungari menyelidiki seorang pimpinan perusahaan farmasi berusia 37 tahun. Beberapa tersangka dan saksi juga ditahan dalam operasi penyergapan terkoordinasi, kata polisi Jerman di negara bagian Bradenburg.
Kejaksaan di Jerman sekarang ini sedang melakukan investigasi atas dugaan iklan penipuan yang melanggar peraturan perundangan soal obat-obatan.
Dalam pernyataannya, polisi mengatakan manajer orang Jerman itu mengedarkan “obat-obatan onkologi palsu” sejak awal 2018. Akan tetapi, sementara penyidik mendeteksi bahwa kemasan dan instruksi yang disertakan dalam kemasan adalah palsu, belum jelas apakah isinya juga palsu.
Perusahaan yang memproduksi obat asli tidak mendapati perbedaan signifikan dari aslinya, menurut pihak berwenang di Bradenburg.
“Ancaman kesehatan konkret atas pasien-pasien di Bradenburg belum terlihat,” imbuh mereka.
Dalam penyelidikan polisi juga menemukan sejumlah dokumen dan data elektronik.
Polisi mengetahui soal produk obat palsu itu dari informasi yang diberikan oleh sebuah perusahaan perdagangan obat lain. Perusahaan berpusat di Bradenburg itu mendeteksi adanya inkonsistensi ketika pekerja-pekerjanya memeriksa barang yang masuk. Mereka lantas menginformasikan keganjilan itu kepada aparat berwajib, yang kemudian, menghentikan distribusi obatan-obatan yang diduga palsu itu di Jerman dan Eropa.*