Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Inggris Mengusir Diplomat Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2010 08:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris akan mengusir seorang diplomat Israel akibat penggunaan 12 paspor palsu Inggris terkait dengan pembunuhan Ketua Hamas Mahmoud al-Mabhouh di Dubai.

Menteri Luar Negeri Inggris David Milliband mengatakan kepada parlemen bahwa ada “alasan kuat” untuk meyakini bahwa Israel bertanggungjawab atas “penyalahgunaan” paspor itu.

“Pemerintah menganggap masalah ini sangat serius. Penyalahgunaan paspor Inggris seperti itu tidak bisa diterima,” ujar David Milliband dikutip BBCNews.

Meski Israel mengatakan tidak ada bukti pihaknya berada di balik pembunuhan yang terjadi pada bulan Januari di Dubai itu, Milliband mengatakan “sangat mungkin” dinas rahasia Israel Mossad terlibat dan fakta bahwa Israel merupakan sekutu dekat Inggris menambah “rasa sakit hati”.

Pesan keras

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Karena ini adalah operasi yang sangat canggih, dimana pemalsuan berkualitas tinggi dilakukan, pemerintah menilai sangat mungkin bahwa pemalsuan itu dilakukan oleh satu dinas rahasia negara,” ujarnya.

“Kami menyimpulkan bahwa ada alasan kuat untuk meyakini bahwa Israel bertanggungjawab atas penyalahgunaan paspor Inggris,” tambahnya.
BBC mengatakan, pengusiran itu merupakan pesan “yang sangat jelas” akan keberatan Inggris.

“Ini merupakan langkah besar dari pemerintah Inggris untuk mengusir diplomat negara sekutu pentingnya,” ujar Jeremy Bowen Editor BBC Timur Tengah.

Pemerintah Inggris tidak menuduh Israel melakukan pembunuhan itu, meski sebelumnya Milliband menuntut kerjasama penuh dalam penyelidikan bagaimana paspor itu didapat.

Pernyataan menteri luar negeri ini dibuat berdasarkan laporan Badan Kejahatan Serius Inggris, SOCA, yang berhasil menemukan bukti paspor itu dipalsukan.

Petugas Soca berkunjung ke Israel untuk berbicara dengan pemilik paspor palsu dengan foto orang lain tersebut.

Juru bicara kelompok Palestina berhaluan Islam, Hamas menyambut keputusan Inggris untuk mengusir diplomat Israel, namun menginginkan langkah mencari pelaku pembunuhan dari masyarakat internasional ditingkatkan.

Mantan ketua partai Liberal Demokrat Inggris, Menzies Campbell, mengatakan jika diplomatnya diusir, Israel pasti “ikut berperan” dalam masalah itu, atau menolak bekerja sama dengan SOCA.

Dia dikutip Radio 4 BBC mengatakan: “Ini memang sangat serius…tidak ada pelanggaran lebih keras atas kepercayaan sekutu daripada menyalahgunakan paspor negara sekutu.”

Disengat listrik

Kantor perdana menteri Inggris membenarkan bahwa kepala dinas diplomatik Inggris, Peter Ricketts, telah bertemu dengan Duta Besar Israel untuk Inggris pada hari Senin.

Bulan lalu Milliband menggambarkan penggunaan paspor palsu Inggris itu sebagai “keterlaluan” dan bertekad akan melakukan penyelidikan “hingga ke akar-akarnya” atas masalah itu.

Ke 12 paspor palsu Inggris ini diyakini digunakan dalam aksi pembunuhan Mabhouh -pendiri sayap militer Hamas- di kamar hotelnya di Dubai tanggal 19 Januari.

Identitas di paspor Inggris yang digunakan oleh delapan dari 12 tersangka itu milik warga Inggris dan Israel yang tinggal di Israel. Semua menyangkal terlibat.

Polisi Dubai mempergunakan rekaman kamera keamanan untuk mengidentifikasi 27 tersangka anggota tim yang menemukan dan membunuh Mabhouh.

Para pejabat Dubai menegaskan “99% yakin” bahwa agen rahasia Mossad berada dibalik aksi pembunuhan itu, namun Israel menegaskan tidak ada bukti agen negaranya terlibat.

Keluarga Mabhouh mengatakan dokter yang memeriksa mayatnya menyatakan dia tewas setelah terkena sengatan listrik berkekuatan tinggi di bagian kepala. Para dokter juga menemukan bukti bahwa dia dicekik.

Sampel darah yang dikirim ke satu laboratorium Prancis membenarkan bahwa dia tewas akibat sengatan listrik.

Kepolisian Dubai juga mengatakan, para agen lain yang terlibat pembunuhan menggunakan paspor palsu Irlandia, Prancis dan Australia.

Sebelumnya, tahun 1988 Inggris mengusir diplomat Israel Arie Regev dalam kasus perselisihan mata-mata. Menurut sumber-sumber pemerintah Inggris dia adalah agen Mossad.  [bbc/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diplomatinggrisisraelmata-mataold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kandidat Liberal Ditolak Menjadi Calon Ketua Umum PBNU
Tulisan selanjutnya Polisi Batalkan Konferensi Gay-Lesbian se-Asia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?