Hidayatullah.com–Negara-negara anggota Liga Arab, Selasa (13/4), menyeru kepada Palestina untuk menolak peraturan baru militer yang bisa mengakibatkan deportasi besar-besaran dari Tepi Barat.
Organisasi Pan Arab itu bersedia memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina di wilayah pendudukan. Dalam pernyataannya, kedua puluh dua negara anggota Liga Arab menyeru Palestina agar menolak, tidak bekerjasama, dan tidak menyetujui peraturan militer Israel itu. Mereka juga memberi mandat blok Arab di Majelis Umum PBB untuk mengadakan pertemuan mendesak, guna membahas masalah tersebut.
Militer Israel bersikukuh menyatakan, peraturan baru itu hanya menegaskan peraturan yang sudah ada, dan tidak akan mengakibatkan gelombang deportasi besar-besaran.
Peraturan militer Israel yang diterapkan mulai pekan ini menjadikan siapa saja yang tidak memiliki “izin berada di Tepi Barat” berstatus penyusup (baca berita sebelumnya: Peraturan Israel Jadikan Warga Palestina Orang Asing).
Kepala Negosiator Palestina Saeb Erekat mengatakan, peraturan militer Israel itu akan menjadikan rakyat Palestina “pelaku kriminal di rumahnya sendiri.”
Dengan peraturan itu, Israel semakin mudah menangkapi, memenjarakan, dan mendepak rakyat Palestina keluar dari Tepi Barat, tambah Erekat.
Peraturan militer tersebut ditandatangani pada tanggal 13 Oktober 2009 dan berlaku efektif sejak Selasa (13/4). Pihak militer Israel tidak pernah mengumumkan tentang keberadaan peraturan itu, hingga akhirnya LSM-LSM Israel yang khawatir–karena peraturan itu tidak hanya mengenai orang Palestina, tapi juga warga Yahudi dan warga negara sahabat Israel–membocorkannya ke publik beberapa hari lalu. [di/an/hidayatullah.com]