Hidayatullah.com–Empat anggota
militer Amerika Serikat tewas di Afghanistan setelah helikopter yang mereka tumpangi diroket pejuang Taliban.
Telegraph melaporkan (9/6), keempat prajurit tewas ketika mereka ikut dalam misi evakuasi 2 tentara Inggris keluar dari kota Sangin yang rawan kontak senjata. Kondisi mereka yang berada di helikopter kedua dalam keadaan stabil, setelah dievakuasi dari Forward Operating Base Jackson.
Seorang jurubicara NATO mengatakan, empat prajurit tewas “setelah helikopter mereka jatuh akibat tembakan musuh” di Provinsi Helmand.
Diyakini helikopter Blackhawk itu ditembak jatuh oleh pasukan Taliban dengan menggunakan granat berpeluncur roket (RPG).
Jurubicara Taliban, Qari Yusuf Ahmadi mengatakan, kelompok mereka menembakkan dua roket untuk melumpuhkan helikopter itu.
Dengan kejadian tersebut, sudah empat kali helikopter ditembak jatuh oleh tembakan dari darat di wilayah udara Sangin sejak tahun lalu. Enam orang kontraktor Ukraina tewas, ketika helikopter besar Mi26 yang mengangkut mereka dihancurkan Juli tahun lalu. Sebuah Chinook milik Inggris rusak berat tidak dapat diperbaiki dan Blackhawk milik pasukan khusus AS rontok terkena tembakan bulan lalu.
Hanya dengan menggunakan unguided-RPG Taliban berhasil mengalahkan helikopter-helikopter canggih lewat tembakan dari darat ke udara.
Pada hari yang sama dengan kematian keempat tentara AS itu, seorang tentara Inggris dari Batalion Kedua Resimen Putri Wales juga tewas terkena ledakan di Distrik Nahri Saraj Provinsi Helmand.
Peristiwa itu juga menambah angka korban tewas di pihak AS menjadi 17 sejak hari Minggu lalu. Dan menjadi bagian dari hari-hari mematikan dalam 7 bulan terakhir bagi pasukan NATO, setelah10 prajurit tewas pada hari Senin.[di/tlguk/hidayatullah.com]




