Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eropa Setuju Larang Cadar, AS Menolak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2010 20:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menjelang disahkannya RUU larangan mengenakan cadar penuh oleh para anggota parlemen Prancis, sebuah jajak pendapat di AS mengungkapkan bahwa warga Eropa setuju dengan pelarangan tersebut, sedangkan warga Amerika menolak keras RUU tersebut.

Survei yang dilakukan Pew Research Center’s Global Attitudes, Washington, menemukan bahwa warga Prancis sangat mendukung larangan penggunaan penutup wajah Muslim yang dikenal dengan sebutan burqa atau niqab tersebut, seperti dilakukan mayoritas warga Britania, Jerman, dan Spanyol.

Berdasar survei yang dilakukan pada April dan Mei lalu, delapan dari sepuluh warga Prancis menyetujui larangan bagi seorang wanita muslim untuk mengenakan cadar di tempat umum, termasuk sekolah, rumah sakit, serta kantor pemerintah.

Hanya 17 persen warga Prancis yang menentang RUU tersebut.

Mayoritas warga Jerman (71 persen), Inggris (62 persen), serta Spanyol (59 persen), menyatakan dukungannya atas larangan bercadar di negara masing-masing.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun berbanding terbalik dengan warga AS, dua per tiga warga AS menentang RUU yang akan disahkan pemerintah Prancis dalam waktu dekat ini.

Opini mengenai larangan perempuan Muslim untuk memakai cadar penuh tidak dibedakan secara gender dalam kelima negara responden.

Pew melakukan polling terhadap 1.002 warga AS, 750 warga Inggris, Prancis, dan Jerman, serta 755 warga Spanyol.

Majelis Rendah Parlemen Prancis, Majelis Nasional, akan melakukan pemungutan suara terkait larangan tersebut pada 13 Juli nanti, sehari sebelum hari libur nasional Prancis.

Kemudian RUU tersebut akan dibawa ke kursi Senat untuk diputuskan pada September.

Menurut aturan tersebut, wanita yang tertangkap tangan menggunakan cadar di muka umum (di jalan, taman kota, pertokoan, maupun alat transportasi umum), akan didenda 150 euro (190 dolar).

Sedangkan kaum pria yang memaksa istri dan anak perempuan mereka mengenakan burqa, terancam denda lebih dari 30.000 euro dan satu tahun penjara.

Larangan di Prancis hanya akan memengaruhi wanita muslim minoritas, menurut Kementrian Dalam Negeri Prancis, yang menaksir bahwa sekitar 1.900 wanita di Prancis berkerudung lengkap.

Hukum yang sama juga sedang diusahakan di Belgia dan Spanyol, namun undang-undang itu sangat peka di Prancis, yang notabene “rumah” bagi kaum muslim minoritas Eropa. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wajib Ikuti Israel, Cukai Rokok Palestina Naik
Tulisan selanjutnya Tayangan Infotainment Terancam Disensor LSF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer

Berita
1 November 2026 16:49
Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?