Hidayatullah.com–Penyelenggara Pertemuan Hari Al-Quds (Yerusalem) di London pada tanggal 4 Sepetember 2010, yang disebut Pro Palestina dan Kelompok Antifasis akan mengadakan aksi solidaritas melawan demonstrasi yang diprakarsai oleh Zionis dan kelompok fasis.
Polisi telah mengingatkan pihak penyelenggara jika kelompok-kelompok seperti Liga Pertahanan Inggris (EDL), March of England dan Liga Pertahanan Yahudi (JDL) berencana untuk mengacaukan even tersebut yang diprakarsai oleh kelompok muslim dan didukung juga oleh kelompok lainnya seperti Stop the War Coalition dan Jews Againts Zionism.
Dalam rilisnya yang dikirim ke hidayatullah.com, Komisi HAM Islam (IHRC) yang beralamat di Wembley, United Kingdom ini mengatakan, sejak acara Hari Al-Quds tahun lalu, selalu ditandai dengan adanya konfrontasi dengan demonstrasi tandingan yang melibatkan EDL dan kelompok Zionis.
Pendukung Palestina mencatat, terdapat peningkatan kerjasama antara Zionis dan Kelompok Garis Kanan yang mencoba untuk mengganggu jalannya aktivitas dan demonstrasi pihak pro-Palestina.
Hari Al-Quds adalah kegiatan solidaritas tahunan untuk warga Palestina dan orang-orang yang tertindas lainnya yang diadakan oleh muslim dari seluruh penjuru dunia pada akhir bulan suci Ramadhan (Al-Quds adalah nama Arab untuk Yerusalem). Pertemuan ini diadakan setiap tahun di London sejak 1980. Pendukung acara tahun ini meliputi Muslim Council of Britain, Stop the War Coalition, Jews Against Zionism, Islamic Forum of Europe and the Federation of Student Islamic Societies (FOSIS).
Massoud Shadjareh, Ketua dari IHRC mengatakan:
“Hari Al-Quds pada dasarnya adalah event perdamaian yang penuh kekeluargaan yang dihadiri oleh Muslim dan kelompok lainnya dari seluruh negara, sebagai aksi solidaritas untuk orang-orang yang terbiasa menderita di Palestina. Namun gangguan tahun lalu dan tahun ini tidaklah berbeda. Terdapat kekhawatiran yang sangat besar, khususnya dari kelompok yang memiliki sejarah mengenai kekerasan, dan JDL yang memiliki hubungan dengan aksi terorisme di Amerika dan tempat lainnya.
“Berkembangnya persekutuan antarapembela Israel dan kelompok ekstrim kanan seperti EDL, yang saat ini mengamati kegiatan Pro-Palestina secara teratur, adalah salah satu penyebab berkembangnya dukungan terhadap Palestina di negara ini. Kami sangat yakin jika setiap orang, baik Muslim dan non-Muslim, seharusnya bisa mengekspresikan pandangan mereka, dan mendukung korban penindasan di seluruh tempat di penjuru dunia, tanpa memandang bentuk ancaman dan intimidasinya.
“Kami berharap siapa saja yang ingin berbagi kepedulian mengenai meningkatnya kasus rasial dan Islamophobia di Inggris, dan keadaan buruk yang terjadi di Palestina, akan ikut serta pada hari Sabtu untuk memberi poin-poin yang jelas kepada siapa saja yang mendukung racism dan facism dalam bentuk apapun.” [ihrc/hidayatullah.com]