Hidayatullah.com–Bundesank akhirnya memecat salah seorang pejabat tingginya akibat kerap mengeluarkan pernyataan rasis terhadap kelompok Muslim di negaranya.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Presiden Bundesbank Axel Weber dan keempat anggota dewan direksi lainnya, menyatakan sepakat untuk memberhentikan Thilo Sarrazin, yang telah menciptakan kehebohan ketika mengatakan bahwa kaum Muslim melemahkan kekuatan intelektual dan ekonomi Jerman. Demikian lansir Guardian (2/9/2010)
Keputusan tersebut diambil dalam sebuah pertemuan luar biasa, dan merupakan peristiwa tersebut pertama kalinya terjadi sepanjang 50 tahun sejarah Bundesbank.
Sarrazin, yang pekan ini menerbitkan karyanya “Jerman Menghancurkan Diri Sendiri”, juga dituntut mundur dari keanggotaan Partai Sosial Demokrat. Baca berita sebelumnya Pejabat Jerman Tuntut Mundur Bankir Bundesbank yang Rasis.
Sarrazin adalah seorang mantan menteri keuangan Jerman dan keturunan Hugenot, umat Protestan Prancis yang mengungsi ke Jerman dan tempat lainnya akibat dikejar-kejar umat Katolik pada abad ke-17.
Dalam sebuah wawancara dengan koran Jerman, Sarrazin menceritakan asal usulnya, “Saya sendiri keturunan Eropa campuran. Dari ayah, keluarga keturunan Hugenot dari Lyon. Nenek saya orang Inggris dan nenek-nenek buyut ada yang berasal dari Italia. Anda bisa melihat saya memiliki tulang pipi orang Slavia, karena ibu saya berasal dari Prusia Barat… Nama saya diambil dari nama bajak laut Arab yang disebut Sarasin pada abad pertengahan. Ketika muda … Saya lebih terlihat sebagai orang Turki, dibanding kebanyakan orang Turki lainnya.”
“Saya tidak ingin anak cucu dan cicit saya hidup di sebuah negara yang kebanyakan dihuni Muslim, di mana bahasa Turki dan Arab dipergunakan secara luas, para wanita mengenakan kerudung dan hari ditandai dengan suara muadzin yang menyerukan waktu shalat.” Demikian salah satu pernyataannya tentang umat Islam.[di/grd/hidayatullah.com]