Hidayatullah.com–Ratusan orang dari masing-masing kubu pro dan anti pembangunan masjid dekat lokasi WTC New York bertemu dalam peringatan 9/11 hari Sabtu kemarin. Meskipun tegang, namun tidak dilaporkan adanya insiden dalam acara tersebut.
Jauh-jauh dari Belanda, Geert Wilders berbicara di hadapan kelompok anti pembangunan masjid. Wilders yang menyamakan Islam dengan fasisme mengatakan bahwa pembangunan pusat Islam harus dihentikan.
“Kita tidak boleh membiarkan orang yang ingin menaklukkan kita. Hentikan, sehingga New York tidak akan pernah menjadi Makkah yang baru,” ujar Wilders sebagaimana dikutip BBC.
Mantan dubes AS untuk PBB John Bolton dan tokoh Republikan lainnya ikut bersuara senada dengan Wilders.
Sementara itu kubu pro pembangunan pusat Islam, berhasil menarik banyak orang dari berbagai kelompok, seperti aktivis antiperang, Hell’s Angels, para mantan anggota marinir AS dan pemeluk ajaran Budha.
“Saya sungguh sangat khawatir atas semua kebencian yang terjadi di negara kami,” kata Elizabeth Meehan, 51, kepada Associted Press.
“Orang-orang dari salah satu kelompok Kristen keluar menentang agama lain, dan menurut saya hal itu sangat menyedihkan. Muslim adalah teman orang Amerika; mereka harus memiliki hak untuk beribadah di Amerika, seperti halnya orang lain,” tegas Meehan.[di/bbc/ap/hidayatullah.com]