Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Asing Adakan Konferensi Masa Depan Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Senin (18/10) para pejabat tinggi beberapa negara berkumpul di Roma, Italia, untuk membicarakan masa depan Afghanistan.
Konferensi bagi Afghanistan ini diikuti tokoh-tokoh penting, seperti utusan khusus Amerika Serikat Richard Holbrooke, Menteri Luar Negeri Afghanistan Zalmay Rassoul serta panglima pasukan AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus yang akan memaparkan situasi keamanan aktual di negara tersebut.
Selain itu hadir pula sejumlah perwakilan negara-negara Islam, dan untuk pertama kalinya Iran juga ikut serta.
Dalam konferensi internasional kelompok kontak Afghanistan di Roma, mengajukan tiga pertanyaan besar yang memainkan peranan utama: konsekuensi dari pemilu parlemen, reintegrasi dan rekonsiliasi Taliban serta yang paling penting, penyerahan tanggung jawab keamanan kepada pemerintah Afghanistan.
Utusan khusus pemerintah Jerman untuk Afghanistan dan Pakistan, Michael Steiner memaparkan, “47 negara dari lima benua, dari berbagai agama dan ideologi di sini punya satu tujuan, yakni menciptakan keamanan yang memadai di Afghanistan.”
Pertemuan di Roma, Italia, ini antara lain juga merupakan persiapan untuk KTT NATO di Lissabon, Portugal.
Michael Steiner menegaskan, akhirnya semua pihak harus melepaskan gambaran ideal dari tahun-tahun sebelumnya, yakni menciptakan negara Afganistan yang damai dan demokratis. Kini semua berusaha menemukan solusi kecil-kecilan namun realistis. Masyarakat internasional telah membuat kesalahan, dan hal itu sudah disadari oleh semua peserta konferensi, juga oleh AS.
Di Roma yang hendak dirundingkan terutama adalah, bagaimana caranya kedua sasaran terpenting dan bisa diwujudkan di Afghanistan tersebut dapat terlaksana.
Utusan khusus pemerintah Jerman untuk Afghanistan, Michael Steiner menjelaskan, “Apa yang kita perlukan adalah sebuah Afghanistan yang cukup stabil serta penghormatan hak asasi. Karena kita tidak bisa meninggalkan Afghanistan dalam situasi abad pertengahan seperti saat di bawah kekuasaan Taliban. Inilah kedua sasaran tersebut. Hal itu akan sangat sulit dan diyakini, kini kami berada di bawah persyaratan yang disepakati oleh semua pihak.“
Steiner juga meyakini, sasaran ini juga akan diterima oleh negara-negara Islam.
“Negara-negara Islam sepakat dengan kami, jika menyangkut penyiksaan dan larangan penyiksaan, mengenai anak perempuan yang harus sekolah, dan jika menyangkut hak-hak dasar. Kini perbedaan budaya tidak lagi menjadi masalah, jika kita hendak menciptakan sebuah negara yang stabil dan bermartabat.”
Tema utama lain dalam pertemuan itu, juga boleh jadi langkah bertahap untuk pengambil alihan tanggung jawab keamanan oleh warga Afghanistan sendiri. Kapan hal ini akan dilaksanakan, akan diputuskan dalam KTT NATO di Lissabon akhir bulan November mendatang.
Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini, sebagai tuan rumah konferensi Afghanistan, mengatakan, “Tidak akan ada pelarian dari Afghanistan, yang ada sebuah transisi, yang mana pengendalian keamanan kembali diserahkan ke tangan warga Afghanistan. Untuk itu NATO akan memutuskannya, dan tidak akan ada aksi sepihak negara anggota.”
Proses pengalihan tanggung jawab direncanakan dimulai tahun 2011 dan jika memungkinan sudah tuntas tahun 2014. Demikian target konferensi Kabul dari bulan Juli lalu. Jika proses pengalihan tanggung jawab keamanan ini sukses, barulah dapat dipikirkan penarikan seluruh pasukan asing dari Afghanistan. Steiner juga menegaskan, bantuan pembangunan kembali sipil jangka panjang, justru harus tetap dilanjutkan.
Perkembangan
Sembilan tahun setelah pemerintahan sah Taliban digulingkan Amerika dan sekutunya,  Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang mengambil alih tanggungjawab tak mampu secara baik mengendailkan Afghanistan. 
Seolah kehilangan akal, rupanya pihak NATO berusaha melakukan pendekatan pada Taliban dengan mengatakan,  20 kelompok Taliban moderat  dari seluruh Afghanistan telah memberikan penawaran bekerjasama dengan pihaknya.
Jenderal asal AS itu mengaitkan perkataannya dengan program rekonsiliasi yang dibuat Presiden Hamid Karzai. Menurut program itu, anggota Taliban yang bersedia meletakkan senjata akan diberi pekerjaan. Tetapi Petraeus juga menekankan, kontak yang berlangsung selama ini belum terlalu dalam, sehingga perundingan juga belum dapat terlaksana. Itu masih berupa diskusi taraf pertama.
Namun tipu daya pasukan asing ini ditampik Taliban. Semua perkataan Petraeus ditampik Taliban. Jurubicaranya Sabihullah Mujahid menyatakan kepada kantor berita AFP, keterangan Petraeus tidak berdasar dan salah. Ia menambahkan, tidak satupun pejuang Taliban bersedia berunding baik dengan penyerang asing maupun dengan bonekanya.
Entah karena sudah tak mampu lagi mencari celah mengalahkan pejuang Taliban, kini Negara-negara asing seolah lebih mengerti masa depan Afghanista. Mereka menggelar pertemuan bertema ‘masa depan Afghanistan lebih baik’ tapi tanpa keterlibatan warga Afghan dan Taliban sendiri. [cha, dwwd, berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Tahan Anggota Parlemen dari Hamas
Tulisan selanjutnya Shalom Sebut Yerusalem Ibukota Abadi Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?