Hidayatullah.com–Dialog damai Israel-Palestina terancam kembali bubar. Hingga, Senin 15 November, Israel masih ngotot melanjutkan pembangunan hunian baru di permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Padahal, bagi Palestina, pembekuan pembangunan menjadi syarat mutlak berlanjutnya perundingan damai kedua negara.
“Jika (PM Benjamin) Netanyahu menghentikan pembangunan permukiman, kami akan langsung kembali ke meja perundingan,” tandas Kepala Juru Runding Palestina Saeb Erakat seperti dikutip Agence France-Presse.
Dia menuntut Israel menghentikan pembangunan konstruksi baru di seluruh permukiman Yahudi yang masuk wilayah Palestina. Bukan hanya di Tepi Barat, melainkan juga di Jerusalem Timur.
Beberapa waktu lalu, Netanyahu mengungkapkan rencananya untuk menerapkan moratorium baru. Sayang, pembekuan pembangunan selama 90 hari itu hanya akan diberlakukan di Tepi Barat. Tanpa moratorium yang sama, pembangunan konstruksi permukiman Yahudi di Jerusalem Timur akan tetap berlanjut. Konon, Washington sudah merestui rencana untuk memberlakukan moratorium sebagian itu.
“Amerika Serikat mendesak Israel memperpanjang moratorium yang berakhir September lalu agar dialog damai Israel-Palestina bisa berlanjut. Tapi, moratorium itu tidak akan diterapkan pada 3.000 apartemen yang saat ini sedang dibangun,” ucap seorang diplomat Negeri Paman Sam yang merahasiakan identitasnya dalam wawancara dengan Associated Press. [fjr/hidayatullah.com]