Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Palestina Kecam AS, Proses Perdamaian dalam Krisis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Desember 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Palestina, Rabu (8/12) mengatakan, \”sifat keras kepala Israel\” membuat Washington menyerah pada usaha membekukan pembangunan permukiman Yahudi, dan mempertanyakan, apakah AS dapat membantu mereka memperoleh kemerdekaan.

Pejabat senior Palestina Yasser Abed Rabbo mengatakan bahwa dengan usahanya untuk menghidupkan kembali perundingan langsung Israel-Palestina kini diambang kematian, sementara AS mengusulkan kembali perundingan tidak langsung hanya dalam usaha untuk menjaga agar proses perdamaian tidak berada dalam krisis yang dalam.

Palestina menuntut penghentian pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat dan Al-Quds Timur, sebelum menyetujui dimulainya kembali perundingan perdamaian dalam mengusahakan terbentuknya sebuah negara Palestina yang berdaulat yang berdampingan dengan Israel.

Berdasarkan penengahan AS, para pemimpin Israel dan Palestina melakukan tiga babak perundingan September. Tetapi Palestina mengundurkan diri ketika masa pembekuan sementara 10 bulan pembangunan permukiman Israel di permukiman Tepi Barat berakhir 26 September.

Israel mengatakan, pembekuan pembangunan pemukiman satu prasyarat yang tidak pernah ada dalam tahap-tahap sebelumnya proses perdamaian yang berusia 20 tahun. Negara itu mengatakan, Presiden Palestina Mahmud Abbas menghabiskan waktu terlalu lama untuk melakukan perundingan, setelah Perdana Menteri Banjamin Netanyahu mengumumkan penghentian sementara pembangunan permukiman pada November 2009.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Palestina menolak karena pembekuan pembangunan pemukiman itu tidak termasuk Al-Quds Timur.

Pengumuman AS itu adalah satu kemunduran besar bagi Presiden Barack Obama, yang yakin dapat menyelesaikan konflik Timur Tengah guna \”penting bagi kepentingan keamanan nasional,\” kata Abed Rabbo.

Ketika meluncurkan perundingan itu September, Obama mengatakan ia mengharapkan dapat tercapai perjanjian perdamaian dalam satu tahun.

Abed Rabbo, seorang staf senior Presiden Mahmud Abbas, dalam satu wawancara dengan radio Suara Palestina mengatakan, kebijakan AS berubah \”karena sifat keras kepala dan penolakan Israel\”.

Jika AS tidak dapat membawa Israel menghentikan pembangunan permukiman \”untuk periode terbatas\”, bagaimana AS dapat \”membuat Israel menerima satu solusi yang seimbang berdasarkan resolusi-resolusi internasional dan solusi dua negara?\”, tanya dia.

Palestina juga kaget AS tidak mengecam kebijakan Israel itu, tambahnya.

Ketua juru runding Palestina Saeb Erakat mengatakan, Obama harus memberikan tanggung jawab kepada Israel atas \”kegagalan proses perdamaian\”.

Para pejabat AS mengatakan, Israel ingin memperpanjang pembekuan pembangunan permukiman di Tepi Baat, tetapi menolak menghentikan pembangunan di dan sekitar Al-Quds Timur — tanah yang diabggapnya sebagai bagian dari ibu kotanya.

Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev mengatakan, Israel tetap memegang \”komitmennya untuk melanjutkan usaha-usaha sekarang bagi tercapainya perjanjian perdamaian dengan Palestina\”.

Para pejabat di Washington mengatakan, AS sedang mempertimbangkan pilihan bagi perundingan terpisah dengan kedua pihak.

Abed Rabbo mengatakan, AS mengemukakan kepada Palestina Selasa malam, pihaknya berencana melakukan perundingan tidak langsung.

\”Hambatan ini kini menyebabkan pemerintah AS memilih satu metode baru: kembali ke perundingan-perundingan dengan kedua pihak, masing-masing terpisah , atau bagaimana membawa proses politik itu keluar dari keadaan sulit ini,\” katanya. [rtr/ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerhati: Jadikan Tolak Pornografi Sebagai Isu Nasional
Tulisan selanjutnya PM Rusia: Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?