Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hizbullah Dukung Unjuk Rasa Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2011 06:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin Hizbullah Libanon, Sayyed Hasan Nasrallah mengatakan para demonstran melawan ‘martabat Arab’ dan menyingkirkan Amerika dalam mendukung ‘kediktatoran’ Negara.

Nasrallah mengatakan jika unjuk rasa yang meminta pengunduran diri Hosni Mubarak, presiden Mesir telah mengubah Negara tersebut menjadi pertarungan melawan “martabat Arab”.

Dalam komentar pertamanya sejak kerusuhan dimulai di Mesir sekitar dua minggu yang lalu, hari Senin Nasrallah mengatakan jika gerakan Syiah nya tidak dimaksudkan untuk mengintervensi “masalah internal” para demonstran atau untuk mempengaruhi keputusan mereka.

“Gerakan Anda akan merubah wajah dari Negara kita dan kepentingan orang-orangnya,” ujar Nasrallah di televisi dalam konfrensi yang diadakan di Beirut untuk mendukung unjuk rasa rakyat Mesir.

“Anda akan melawan kewibawaan Arab, dan mengembalikan kembali kemuliaan bangsa Arab.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mesir telah diguncang unjuk rasa yang terjadi selama dua minggu, dengan permintaan agar Mubarak turun sebagai presiden dan mengadakan pemilihan yang baru yang memiliki kesempatan yang terbuka untuk semua partai oposisi.

Mubarak telah menyetujui untuk tidak mencalonkan diri lagi di pemilihan bulan September, tetapi tetap menolak untuk mengundurkan diri hingga pemilu dimulai, ia mengatakan, takut partai oposisi yang didzahiliminya selama puluhan tahun, Al Ikhwan al Muslimun berkuasa jika ia mundur.

Mubarak telah lama mencurigai hubungan Hizbullah ke Iran dan dukungan pada lawan politik gerakan Syiah di Libanon.

Tahun lalu pengadilan Mesir memvonis anggota Hizbullah, Sami Chehab 15 tahun penjara untuk tindakan perencanaan penyerangan di Negara tersebut.
Hizbullah mengatakan Chehab kabur dari penjara minggu lalu selama terjadi kerusuhan di Mesir.

Mengkritisi Amerika

Dalam pidatonya, Nasrallah juga memuji sesuatu yang ia sebut penghargaan bagi pengunjuk rasa di Mesir, dengan mengatakan jika yang mereka lakukan sama pentingnya dengan perang di tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel di Libanon.

Ia mengatakan jika ia berharap dapat bergabung dengan para pengunjuk rasa di Tharir Square Kairo yang menjadi pusat unjuk rasa.

“Apa yang telah kamu lakukan tidaklah kurang penting daripada kejadian bersejarah perlawanan Islam di tahun 2006 dan perlawanan di Gaza tahun 2008,” ujarnya, menunjuk penyerangan militer Israel di Gaza.

Nasrallah juga mengecam AS atas tindakan yang ia sebut “mendukung kediktatoran terburuk” di Timur Tengah.

“Amerika Serikat sedang mencoba untuk mengisi revolusi ini dan mengembangkan image buruknya di Timur Tengah dan dunia Islam…setelah bertahun-tahun mendukung kediktatoran terburuk di Negara kita yang pernah kita lihat,” ujar Nasrallah.

“Tetapi yakinlah jika suatu rezim yang bersekutu dengan Amerika Serikat dan Israel tidak akan bertahan lama dan akan mendapat perlawanan dari rakyat.”

Pada hari Jumat, tokoh Syiah Iran, Ali Khamenei, menyebut kerusuhan di Mesir dan Tunisia sebagai “gerakan liberal Islam”, dalam pernyataannya yang juga mengkritisi pemerintahan Mesir dan banyaknya pengunjuk rasa di Negara tersebut.

Sementara itu, Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel menyatakan jika tanggal 31 Januari negaranya mengikuti kejadian di Mesir dengan “kewaspadaan dan kekhawatiran”.

Dalam keterangannya hari Senin, dia mengingatkan jika perjanjian perdamaian negaranya dengan Negara lain tidaklah permanen, dan dapat dibatalkan, hal ini mengisyaratkan jika pergantian pemerintahan di kairo dapat mempengaruhi kelanjutan perjanjian Israel dan Mesir. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membiarkan Ahmadiyah, Sama Saja Membiarkan Konflik
Tulisan selanjutnya Janjikan Pendukung Masuk Surga, Presiden Zuma Dikecam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?