Hidayatullah.com–Pemimpin Libya Kolonel Muammar Qadhafi menyalahkan Usamah Bin Ladin dan pengikutnya atas aksi protes yang mengguncang negaranya.
Berbicara melalui sambungan telepon kepada televisi pemerintah, Kamis (24/2), Qadhafi menyampaikan belasungkawa atas para demonstran yang meninggal dan meminta supaya rakyatnya tenang.
Menurut Qadhafi rakyat Libya sedang berkelahi dengan dirinya sendiri, dan menenggak narkoba sehingga turut serta dalam aksi protes yang disebutnya sebagai penghancuran dan sabotase.
“Bin Ladin … ini musuh yang menipu rakyat,” kata Qadhafi dalam wawancara yang disiarkan langsung itu.
“Jangan mau diperdayai oleh Bin Ladin,” tambahnya.
Pesan Qadhafi lewat stasiun televisi pemerintah itu kabarnya ditujukan kepada warga kota Zawiyah, 50 kilometer ke arah barat dari ibukota Tripoli
“Kalian yang di Zawiyah berpaling kepada Bin Ladin,” katanya. “Mereka memberi kalian narkoba.”
Situasi Libya, kata Qadhafi, berbeda dengan Mesir dan Tunisia. Di negara Libya kekuasaan berada di tangan rakyat.
“Kalian bisa mengganti penguasa dengan cara yang kalian inginkan,” katanya.
Lebih dari empat puluh tahun Qadhafi senang menyebut dirinya sebagai pemimpin revolusi rakyat, bukan seorang pemimpin pemerintahan sebuah negara.
“Saya hanya punya kekuasaan moral,” tegasnya.
Tentang aksi demonstrasi berdarah di Zawiyah, Qadhafi menyebut peristiwa itu sebagai lelucon. “Apa yang terjadi di Zawiyah adalah sebuah pertunjukan lawak … Orang waras tidak akan ikut-ikutan lelucon seperti itu.”
Diperkirakan sudah 100 orang menjadi korban tewas dalam aksi rakyat Libya menentang pemimpin mereka yang telah berkuasa 42 tahun, dan sekitar 400 lainnya mengalami luka-luka.*