Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tea Party Sangat Rasis dan Islamofobia

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 9 Maret 2011 12:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang mantan eksekutif di radio publik AS, National Public Radio (NPR), tertangkap kamera menyerang kelompok Tea Party dengan menyebutnya sebagai kelompok yang sangat rasis dan telah membajak Partai Republik.

Sebagaimana dilansir USA Today pada hari Selasa dan dikutip PressTV (9/3), berbicara di hadapan perwakilan kelompok pembela Muslim fiktif guna mendulang sumbangan sebesar $5 juta untuk NPR, Ron Schiller mengatakan bahwa GOP (Partai Republik) telah dibajak oleh kelompok bernama Tea Party, yang para anggotanya sangat xenofobia.

“Tea Party terlibat dalam kehidupan pribadi orang secara fanatik dan merupakan penganut Kristen fundamental — saya bahkan tidak menyebut yang seperti itu adalah Kristen. (Tea Party) ini seperti gerakan evangelis yang aneh,” kata Schiller, mantan penggalang dana bagi NPR.

“Orang-orang Tea Party bukan hanya islamofobia, tapi benar-benar xenofobia. Maksud saya, pada dasarnya mereka memang demikian. Mereka percaya dengan hal semacam (gaya) orang kulit putih Amerika tengah yang menenteng-nenteng senjata. Maksud saya, sangat mengerikan. Mereka benar-benar sangat rasis, orang-orang rasis,” tambah Schiller, sebagaimana yang terekam dalam video.

Video yang dimunculkan ke publik hari Selasa kemarin itu direkam secara diam-diam oleh James O’Keefe. Tahun 2009 O’Keefe dan rekannya mengguncang Amerika dengan membongkar skandal yang terjadi di ACORN ( Association of Community Organizations for Reform Now), organisasi bantuan untuk orang-orang berpenghasilan menengah ke bawah, lewat kamera tersembunyi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan Ron Schiller membuat marah kelompok konservatif yang mati-matian berupaya meyakinkan pemerintah federal untuk memotong anggaran NPR.

Catatan resmi menunjukkan, sekitar sepuluh persen anggaran NPR  didapat dari pemerintah, kebanyakan dari stasiun-stasiun radio yang menjadi anggotanya.

Schiller yang keluar dari NPR pekan lalu dalam video itu juga mengatakan, “Kita akan menjadi lebih baik dalam jangka waktu panjang tanpa dana dari pemerintah.”

Wakil presiden NPR untuk pemasaran dan humas Dana Davis Rehm, mengecam pernyataan Schiller dan mengatakan bahwa NPR tidak memiliki sikap yang sejalan dengan Schiller.

Tea Party adalah kelompok yang didirikan oleh kaum konservatif Amerika. Kebanyakan dari mereka merupakan pendukung Partai Republik yang dikenal erat dengan komunitas Yahudi Amerika. Kelompok ini kerap mengkritisi kebijakan Presiden Barrack Obama. Salah satu tokoh yang dikenal adalah Sarah Palin, kandidat wakil presiden yang bertarung lawan pasangan Obama dalam pemilu presiden. *

Keterangan foto: Gaya khas Tea Party saat berdemonstrasi mengkritik Obama.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: Knesset akan Jadi Lapangan Tahrir
Tulisan selanjutnya Qadhafi: AS dkk Ingin Kuasai Minyak Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?