Hidayatullah.com–Delegasi negara-negara NATO pada hari Senin ini kembali mengadakan pertemuan lebih lanjut guna membahas mengenai keputusan tentang intervensi militer di Libya dan pemimpin operasinya.
Juru bicara NATO, Oana Ongescu mengatakan kepada kantor berita Jerman bahwa para duta besar negara NATO telah menyetujui rencana embargo senjata terhadap Libya. Sementara itu mengenai resolusi PBB tentang embargo udara terhadap Libya, akan dibahas lebih lanjut.
Sedangkan aksi militer terhadap rezim Kolonel Muammar Qadhafi telah dimulai dari Sabtu kemarin dengan menurunkan tentara aliansi yang dipimpin oleh Perancis, Inggris dan Amerika Serikat. Tentara dari tiga negara ini telah memasuki Libya dan menargetkan serangan udara terhadap militer Libya.
Pada hari Ahad kemarin, Menteri Pertahanan Inggris William Fox meminta agar NATO mengambil alih kepemimpinan operasi tersebut.
Akan tetapi seorang diplomat mengatakan bahwa Perancis menolak melepaskan kepemimpinan operasi tersebut kepada NATO. Menurut Perancis, NATO tidak memiliki reputasi yang baik di dunia Arab.
Sementara itu Jerman dan Turki mengecam keras tindakan militer terhadap Muammar Qadhafi tersebut.*