Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Anglikan Australia Sibuk Urusi Populasi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 28 April 2011 10:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gereja Anglikan Australia menginginkan agar bonus tunjangan bayi dipotong untuk mengurangi jumlah pertambahan penduduk.

Sebagaimana dilansir Herald Sun, Kamis (28/4), penasihat lembaga keagamaan itu juga menginginkan agar migrasi dipangkas.

Komisi urusan publik di sinode umum gereja itu menggambarkan pertumbuhan populasi sebagai sesuatu yang tabu dan masalah nyata yang terabaikan.

Komisi itu mengajukan usulan untuk menghentikan “kebijakan apapun yang memberikan insentif khususnya dan terutama pada kenaikan jumlah populasi Australia, seperti pemberian bonus untuk bayi.”

Tahun lalu ada pembayaran bonus bagi 278.000 bayi, termasuk didalamnya hampir 67.000 bayi di Victoria.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bonus sebesar AU$5.294 diberikan kepada keluarga dengan pendapatan AU$75.000 atau kurang selama enam bulan setelah bayi lahir.

Seorang jurubicara Keuskupan Melbourne mengatakan resolusi terbaru yang dikeluarkan sinode umum menyeru agar pemerintah menghindari segala sesuatu yang mendukung kenaikan jumlah penduduk guna menjaga pertumbuhan ekonomi.

Usulan itu jelas mendapat tentangan dari beberapa pihak.

Seorang ibu baru melahirkan, Kelly Bell (31) mengatakan, “Menghilangkan bonus bayi akan memberatkan ibu-ibu.”

Terry Kelleher jurubicara Asosiasi Keluarga Australia menyatakan hal itu tidak fair dan tidak adil, karena angka kelahiran di negara itu masih lebih rendah dibanding angka kematian.

“Menurut saya keluarga jangan dicegah untuk memiliki anak lebih banyak,” katanya.

Komisi itu juga menyerukan agar gelombang imigrasi dikurangi, namun lebih berbaik hati kepada para pengungsi.

Komisi gereja beralasan, pertambahan penduduk dinilai akan menjadikan lingkungan mereka lebih sumpek dan padat, menambah polusi, memperlama waktu perjalanan, mengurangi lahan taman yang menjadi tempat orang bersantai dan berhubungan dengan alam.

Meskipun demikian, jurubicara keuskupan mengatakan, gereja ingin agar pemerintah mempertimbangkan kembali insentif populasi, tapi tidak menyebut  bonus bayi secara khusus.

“Komisi urusan publik adalah badan penasihat yang tidak membawa otoritas Gereja Anglikan Australia,” katanya.

Namun hal itu disangkal ketua komisi yang juga mantan anggota parlemen dar Partai Buruh, Prof. John Langmore, yang mengatakan bahwa resolusi itu berdasarkan pada usulan yang disetujui oleh sidang sinode umum.

Sinode adalah pertemuan dalam agama Kristen, yang biasanya diselenggarakan untuk mengambil keputusan menyangkut masalah doktrin, administrasi atau aplikasi.

“Hal itu jelas menunjukkan skeptisisme terhadap pemberian bonus bayi,” katanya.*

Keterangan foto: Banyak lukisan yang menampilkan Yesus bersama bayi dan anak-anak, karena menurut ajaran Kristen Yesus mencintai anak-anak.[tbtg]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menko Polkam: NII belum Ancam Kedaulatan Negara
Tulisan selanjutnya Mantan Pejabat Malaysia Jembatani Perundingan Filipina-Muslim Moro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?