Hidayatullah.com–Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) menjadi perhatian pemerintah, namun hingga saat ini gerakan tersebut dinilai belum mengancam kedaulatan negara, karena untuk merobohkan sebuah kedaulatan negara tidak bisa hanya sekedar memengaruhi pikiran seseorang.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/4). “Selama ini belum ada gerakan (menjatuhkan kedaulatan). Tapi gerakan untuk mendirikan negara harus kita lawan bersama,” ujar Djoko.
Dikatakannya, kalau hanya menghimbau dan meminta untuk mengikuti Negara Islam Indonesia, kan tidak bisa dikatakan mengganggu kedaulatan negara. Namun, bila sudah menuju gerakan yang secara sistematis, gerakan untuk mengubah negara, baru dikatakan sebagai pengganggu kedaulatan.
“Namun kan tidak mudah apakah sekedar mempengaruhi pikiran orang? Anda, misalnya wartawan, yuk kita bikin negara, itu kan tidak mudah,” tegasnya.
Ia mengatakan, saat ini publik tiap hari mengkritik pemerintah. Baik melalui diskusi yang selalu menyebut pemerintah kekurangan ini, jeleknya seperti ini. “Apakah ini juga kita kategorikan gerakan yang makar, kan tidak, kita lihat eskalasinya,” ujar Djoko.
Sementara itu, Mantan Wakil Ketua MPR Periode 2004-2009 AM Fatwa meminta pemerintah segera membongkar akar-akar NII dan jangan memolitisasinya.
Memolitisasi NII, menurut anggota DPD ini, tampak dari upaya melabelkan NII sama dengan umat Islam.
“Pemerintah jangan politisasi NII seperti label kecurigaan terhadap umat Islam,” ujarnya di gedung DPD RI Jakarta, sebagaimana dikutip Media Indonesia.*