Hidayatullah.com–Amerika Serikat “mengeksekusi” Usamah bin Ladin dan menunjukkan “kelemahan dan kegelisahannya” saat melakukan serangan ke persembunyiannya di Pakistan, kata mantan pemimpin Kuba Fidel Castro dalam sebuah artikelnya, Kamis (05/5).
Castro menulis, Presiden AS Barack Obama “tidak bisa menyembunyikan (fakta) bahwa Usamah dieksekusi di depan anak-anak dan isteri-isterinya.”
Menurut mantan presiden Kuba itu, operasi yang dilakukan pasukan khusus AS itu melanggar hukum, melecehkan tradisi agama negara itu serta kehormatan bangsa Pakistan.
Operasi itu, termasuk dengan cara menguburkan mayat Bin Ladin, tidak akan menyelesaikan masalah Washington dengannya, ramal Castro.
“Membunuhnya dan menenggelamkannya ke dalam laut menunjukkan kelemahan dan kegelisahan, mereka (AS) menjadikannya sosok yang lebih berbahaya,” kata Castro dalam tulisannya yang dimuat koran pemerintah sebagaimana dilansir Reuters.
Castro memerintah kuba selama 49 tahun dan secara resmi mengalihkan kekuasaan kepada adiknya Raul Castro pada tahun 2008.*