Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan: AS, Tidak Ada Lagi Serangan!

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 Mei 2011 08:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan hari Kamis (5/5) memperingatkan AS atas “konsekuensi buruk” jika terdapat serangan lagi semacam itu, sebagaimana terjadi pada seseorang terbunuh yang diduga Usamah bin Ladin. Sementara Pakistan juga menolak tuduhan internasional bahwa negeri itu telah menyembunyikan pemimpin Al-Qaidah.

Namun Pemerintah Pakistan juga menghentikan mencap ‘serangan helikopter’ pada Senin (2/5) di kompleks Bin Ladin sebagai operasi ilegal.

Keraguan telah dialamatkan kepada pemerintah yang menyatakan tidak mengetahui adanya serangan. Pemerintah juga dikritik, negara itu tidak bertindak cukup cepat, serta menembak jatuh helikopter-helikopter itu.

Peringatan Menteri Luar Negeri Salman Bashir tersebut tampaknya bertujuan utama mengatasi kritikan-kritikan itu.

“Pasukan keamanan Pakistan yang tidak kompeten atau lalai tentang kewajiban kudus mereka  melindungi Pakistan,” katanya, sebagaimana dilansir Arab News, Kamis (5/5).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak akan ada keraguan bahwa setiap pengulangan tindakan semacam itu akan memiliki konsekuensi buruk,” katanya.

Bashir kembali mengulangi klaim, Pakistan tidak tahu apa-apa tentang serangan itu, sampai terlambat untuk menghentikannya.

Dia mengatakan, tentara bergegas menugaskam dua F-16 ketika mengetahui ada helikopter asing melayang di atas Abbottabad, tetapi mereka tampaknya tidak menemukan helikopter-helikopter itu.

“Helikopter-helikopter berhasil menghindari radar kami. Informasi pertama yang kami terima adalah ketika helikopter jatuh,” Bashir mengatakan.

“Kami memberikan Kepala CIA Leon Panetta dengan penghargaan yang tinggi, tapi kami tidak setuju dengan pernyataannya bahwa Inter-Services Intelligence (ISI) tidak berkompeten.”

“Sangat mudah untuk mengatakan bahwa ISI atau unsur-unsur dalam pemerintahan itu bersekongkol dengan Al-Qaidah. Ini adalah hipotesis palsu. Ini adalah tuduhan palsu. Tuduhan itu tidak dapat dibuktikan dengan cara apapun, dan hal itu hanya semacam lalat yang seharusnya orang Pakistan khususnya ISI yang dapat menanganinya.”

“Sama saja dengan sistem yang ada pada Amerika Serikat yang bertanggung jawab terhadap serangan 11 September, bagi saya hal ini bukan berarti pemerintah AS dan CIA telah gagal untuk mencegahnya.”

Bashir menegaskan hubungan antara Washington dan Islamabad tetap pada posisi. “Kami mengakui AS adalah seorang teman penting. Hubungan Pakistan – AS bergerak dalam arah yang benar.”

 
Dia mengatakan, menyalahkan kegagalan intelijen atas Bin Ladin, juga seharusnya dialamatkan ke intelijen seluruh dunia. CIA dan ISI juga saling berbagai intelejen, guna mengindentifikasi persembunyian Bin Ladin.*

Keterangan foto:  Menteri Luar Negeri Salman Bashir.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahanan Penjara Tunisia Melarikan Diri
Tulisan selanjutnya Fidel Castro: AS Menunjukkan Kelemahannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?