Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pervez Musharraf Bantah Izinkan Bunuh Bin Ladin

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 11 Mei 2011 08:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf hari Selasa (10/5) membantah bahwa pemerintahnya mengizinkan Amerika Serikat untuk membunuh Usamah bin Ladin di tanah Pakistan.

Bantahan itu disampaikan Musharraf setelah media Inggris dan Amerika Serikat bertubi-tubi menyatakan Pakistan membolehkan penyerbuan atas Bin Ladin di wilayah negaranya.

“Pervez Musharraf telah melihat laporan media, dan izinkan saya untuk menjelaskannya bahwa tidak ada kesepakatan semacam itu yang ditandatangani selama masa jabatannya,” kata Musharraf lewat jurubicaranya Fawad Chaudhry. Ditambahkannya bahwa kesepakatan oral juga tidak ada.

Pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat menyerbu sebuah rumah di Abottabad, Pakistan, 2 Mei dini hari untuk membunuh Usamah bin Ladin. Ikut tewas dalam penyergapan itu beberapa laki-laki yang tinggal di rumah tersebut, di antaranya diduga putra Bin Ladin.

Dalam laporan Guardian Kamis lalu dikatakan bahwa menurut para pejabat AS dan mantan pejabat Pakistan, Musharraf dan George W. Bush mengadakan kesepakatan tersebut setelah Bin Ladin lepas dari sergapan pasukan AS di Tora Bora akhir 2001. Jika hal itu terjadi maka Pakistan akan menyangkalnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Laporan Guardian tidak berdasar,” kata Chaudhry.

Dalam sebuah wawancara Januari tahun 2002. Jenderal Tommy Franks yang saat itu menjadi kepala Pusat Komando AS, mengatakan bahwa Pakistan mengizinkan pasukan AS di Afghanistan untuk melewati perbatasan guna mengejar target-target mereka termasuk Usamah bin Ladin.

“Jika ada kesepakatan semacam itu, pemerintah Pakistan akan menyampaikannya ke parlemen, dan jika ada kesepakatan itu pemerintah Amerika harus mengungkapkannya ke publik,” kata Chaudhry dari Dubai  kepada Associated Press, tempat di mana kini Musharraf tinggal.

Ditambahkan Chaudhry, selama memerintah Musharraf selalu menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin melakukan penyerbuan di wilayah Pakistan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:matiold migratePakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aneka Isu Dibahas GCC di Riyadh
Tulisan selanjutnya Belajar Itsar: Melatih Posisi Tangan untuk Selalu Di Atas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?