Hidyatullah.com–Hanya beberapa jam setelah pemimpin Libya Muammar Qadhafi muncul di televisi, pasukan NATO kembali membombardir komplek gedung pemerintah Bab Al-Azaziya di Tripoli, Kamis (12/5).
Dalam serangan terbaru yang menghancurkan gedung Kedutaan Korea Utara dan gedung pemerintah Libya itu, Muammar Qadhafi lagi-lagi lolos dari maut.
Jurubicara pemerintah Mussa Ibrahim kepada para wartawan mengatakan bahwa serangan udara NATO itu menghancurkan tempat di mana biasanya puluhan rakyat Libya berkumpul setiap malam untuk memberikan dukungan kepada Muammar Qadhafi. Tidak jarang mereka datang ke sana dengan membawa keluarganya.
Ibrahim menegaskan, bangunan yang dijadikan target NATO itu bukanlah gudang penyimpanan senjata.
Meskipun selalu merenggut korban sipil dalam setiap serangannya, NATO tidak bosan mengatakan mengatakan bahwa mereka tidak berniat membunuh siapapun, termasuk Qadhafi.
Hari Selasa lalu, jurubicara NATO Jenderal Claudio Gabellini berusaha meyakinkan pers bahwa “NATO tidak menarget individu, itu bukan mandat kami. Mandat kami adalah untuk melindungi penduduk sipil dari serangan dan ancaman serangan pasukan rezim Qadhafi.”
Tapi kenyataannya, enam orang warga sipil dilaporkan tewas, termasuk wartawan Libya, dan 25 orang luka-luka dalam serangan Kamis itu.
Serangan udara NATO Sabtu malam (30/4) yang menghancurkan kediaman Muammar Qadhafi, menewaskan putra bungsu dan tiga orang cucu pemimpin Libya itu.*