Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Tingkatkan Pembicaraan Damai dengan Taliban

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 18 Mei 2011 07:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat telah meningkatkan tatap muka untuk pembicaraan damai dengan Taliban, setidaknya telah dilakukan tiga pertemuan di Qatar dan Jerman dalam beberapa hari terakhir dengan tokoh-tokoh yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan Mullah Omar, pemimpin kelompok Taliban.

Pertemuan dimulai sebelum pembunuhan Usamah bin Ladin pada 2 Mei. Amerika dan diplomat Inggris meyakini, kematian pemimpin Al-Qaeda bisa memberikan dorongan untuk menambah pembicaraan dan penarikan pasukan NATO yang akan dimulai pada bulan Juli, demikian diberitakan The Telegraph, Rabu (18/5).

Presiden Barack Obama, yang tangannya telah diperkuat dengan keberhasilannya memburu Bin Ladin, memiliki keyakinan dapat memulangkan beberapa ribu pasukan Amerika, dari sekitar 100.000 pasukan di Afghanistan.

David Cameron telah memberi sinyal jelas, siap melakukan penarikan tentara Inggris dengan proporsi sama. Saat ini ada sekitar 10.000 personil Inggris di Afghanistan, sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di Helmand tengah dan selatan.

Sebelumnya pembicaraan damai telah gagal ketika seorang yang dianggap pemimpin Taliban dan diterbangkan ke Kabul dengan pesawat NATO, ternyata hanyalah seorang penjaga toko yang mengelabuhi dalam upaya mencari uang. Upaya dialog lain juga kandas karena calon utusan tidak bisa dikonfirmasi sebagai tokoh Taliban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tetapi pejabat Amerika mengatakan kepada “Washington Post” bahwa meskipun ini baru pembicaraan awal, tetapi mereka meyakini  para tokoh itu adalah pejabat Taliban yang memiliki hubungan langsung dengan Mullah Omar, pemimpin bermata satu di Dewan Syura Taliban  yang memiliki kekuasaan.

Seorang pejabat Barat di Kabul menegaskan, Amerika Serikat telah melakukan kontak langsung dengan Taliban, setelah perubahan besar dalam kebijakan Amerika tahun ini.

Marc Grossman, pengganti utusan khusus Richard Holbrooke, yang telah dijuluki “Tuan Rekonsiliasi”, telah memfokuskan upaya untuk  mencoba memfasilitasi kesepakatan politik yang akan memudahkan AS menarik mundur.

“Sekarang ini tidak ada prasyarat lagi, yang dilihat bagaimana hasil dari negosiasi,” kata pejabat Barat. Pada saat yang sama, Taliban telah melemahkan tuntutan bahwa tidak ada pembicaraan sebelum pasukan asing pergi.

Spekulasi tentang perundingan telah membuat marah lawan-lawan Presiden Hamid Karzai di Afghanistan, yang mengatakan bahwa mereka merongrong demokrasi Afghanistan. Setiap kesepakatan perdamaian dengan Taliban, kemungkinan akan melibatkan beberapa unsur kekuatan pembagian kelompok di Kabul. Taliban telah menuntut pembebasan 20 tahanan dari Teluk Guantanamo.

Pejabat Amerika mengatakan bahwa anggota jaringan Haqqani, yang berbasis di Waziristan Utara di perbatasan dengan Pakistan, tidak disertakan dalam pembicaraan damai.

Pada bulan Februari, Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri AS, mengatakan, AS akan tidak lagi bersikeras dengan prasyarat, seperti meminta Taliban untuk meninggalkan al-Qaeda dan menerima konstitusi Afghanistan. Pernyataan tersebut dapat dibuat setelah kesepakatan telah tercapai.

Upaya keras “rekonsiliasi” di Afghanistan akan menjadi agenda penting tinggi dalam pembicaraan Obama dan Cameron di London pekan depan.

Sir Nigel Sheinwald, Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, mengatakan: “Kami sangat tertarik untuk melihat jalur politik dan jalur rekonsiliasi diberikan semangat ekstra di bulan-bulan mendatang berkaitan dengan pidato yang diberikan oleh Hillary Clinton pada bulan Februari ketika dia berbicara tentang gelombang diplomatik akan mengikuti gelombang militer.”

Kementerian Luar Negeri telah lama berpendapat bahwa kasus penyerahan penuh atas keamanan ke Afghanistan dengan target tanggal akhir 2014 tidak akan tercapai tanpa penyelesaian dengan Taliban. Pada saat itu, semua  pasukan NATO di Afghanistan berjumlah 140.000 telah pergi meninggalkan.

Diplomat Inggris mengatakan, posisi Amerika sekarang lebih dekat ke posisi London, sebagai bagian dari upaya Marc Grossman.

“Kami percaya AS akan mengumumkan pengurangan di bulan depan. Dan jika itu mungkin, Inggris akan dapat mengurangi beberapa pasukannya juga,” kata Sir Nigel.*

Keterangan foto: Mullah Omar pada tahun 2001.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Swedia Raup Keuntungan dari Film Porno?
Tulisan selanjutnya Revolusioner Tunisia Mulai Sebarkan Budaya Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?