Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NATO Berjanji Tinggal Lebih Lama di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2011 09:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekjen NATO Fogh Rasmussen telah meminta penambahan anggaran militer dari Negara-negara anggota untuk memperpanjang keberadaan pasukan yang dipimpin AS di Afghanistan.

Pada hari Senin, Rasmussen meminta Negara-anggota NATO untuk meningkatkan anggaran militer dan tetap memberikan kontribusinya untuk misi di Afghanistan. Ia mengklaim bahwa keluar cepat dari Afghanistan masih terlalu dini.

“Masyarakat Afghanistan masih belum siap untuk bertanggung jawab penuh terhadap keamanan,” ujarnya.

Rasmussen berbicara dalam sebuah sesi majelis NATO di Bulgaria.

Komentarnya muncul walaupun banyak komentar dari kritikus strategi perang AS agar menarik pasukannya lebih cepat. Pasukan asing bersiap-siap untuk mulai menyerahkan keamanan kepada pasukan Afghanistan pada akhir 2014.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, pejabat senior AS dan NATO telah memberi sinyal jika pasukan asing akan bertahan di Negara tersebut hingga lebih dari tahun 2014.

Washington mengatakan transisi tidak berarti jika pasukan Afghanistan akan berkuasa di mana saja.

Presiden AS Barack Obama berjanji untuk tetap menugaskan pasukannya di Afghanistan walaupun Negara Barat lainnya menarik pasukannya.

Padahal sebelumnya, Obama telah berjanji untuk melakukan penarikan besar dari Afghanistan pada bulan Juli 2011. Para ahli menggambarkan pertentangan tanggal transisi sebagai menghancurkan kepercayaan bagi orang Amerika.

Ribuan rakyat Afghanistan sejauh ini menderita dan kehilangan kehidupan mereka selama operasi militer dan kedatangan pasukan asing sejak invasi yang dipimpin AS tahun 2001.

AS menyerang Afghanistan dengan tujuan membatasi militansi dan membawa perdamaian serta stabilitas ke wilayah tersebut, namun, faktanya setelah sembilan tahun wilayah ini masih tidak stabil.

Analis mengatakan AS mencari alasan untuk memperpanjang operasi militernya di Negara Asia Tengah dan Selatan yang bermasalah untuk mengamankan basisnya didekat Rusia dan China.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:NATOold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Thailand Sambut Ramadhan 1432 H dengan Paket Khusus
Tulisan selanjutnya Indonesia Harus Belajar ke Malaysia Soal Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?