Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gempa Ungkap Kegiatan Mata-mata Israel di Selandia Baru

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 21 Juli 2011 10:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah juga, demikian kata sebuah pepatah. Sebuah gempa besar yang melanda Kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 181 orang tewas pada Februari silam ternyata mengungkap keberadaan jaringan mata-mata Zionis-Israel di negara itu.

Dilaporkan beberapa media asing,  Rabu (20/07/2011), spekulasi mata-mata Zionis-Israel berkembang setelah media massa mengungkap detail korban tewas akibat gempa, yang 3 di antaranya adalah warga Israel. Dari salah seorang warga Israel itu, ditemukan 5 paspor atas namanya.

Sumber Selandia baru mengatakan, teruangkapnya paspor kemungkinan besar seuah misi pencurian identitas. Salah satu korban, Mizrahi, tewas dalam gempa bersama tiga temannya.

Perdana Menteri John Key mengkonfirmasi Ofer Mizrahi membawa lima paspor.

Sementara itu, Paul Buchanan, yang bekerja di Pentagon dan dilatih perwira intelijen Amerika Serikat, mengatakan curiga bahwa salah satu warga Israel itu membawa paspor ganda dan teman-temannya telah meninggalkan Selandia Baru.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia percaya warga Israel itu mungkin sedang dalam misi ‘pencurian identitas’.

“Paspor akan digunakan untuk kegiatan yang sangat rahasia, “ujarnya. Bahkan dimungkinkan mencakup pembunuhan.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menggambarkan kegiatan mencurigakan dari beberapa kelompok Israel selama dan setelah gempa bumi.

Tiga warga Israel, termasuk Mizrahi, berada di antara 181 orang yang meninggal dalam gempa bumi.

Anggota badan rahasia Selandia Baru dikutip surat kabar Southland Times mengatakan muncul kekhawatiran bahwa agen Israel meretas komputer polisi nasional setelah gempa dan mengakses dokumen-dokumen sangat rahasia.

Meski John Key sempat membatah adanya kegiatan mata-mata ini, ia membenarkan sejumlah laporan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa kali menelfon pada hari gempa terjadi.

Media massa juga memberitakan adanya empat pembicaraan telepon antara Perdana Menteri John Key dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah gempa berlangsung.

Namun, Key yang saat ini tengah di California, Amerika Serikat, menyatakan bahwa mengomentari laporan itu bukan termasuk kepentingan nasional Selandia Baru.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hubungan Seks Remaja Rawan Kanker Serviks
Tulisan selanjutnya PM Irlandia Sebut Gereja Tutupi Kasus Pencabulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?