Hidayatullah.com–Mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew pada Senin (5/9) tegas membantah isi dari ‘bocoran’ kabel Kedutaan Amerika Serikat yang melaporkan dirinya mencirikan Islam sebagai ‘agama berbisa’ saat pertemuan dengan Senator Hillary Clinton pada 2005.
Dia mengatakan, dalam catatan Departemen Luar Negeri tidak terdapat tempat pertemuan dengan Clinton, yang di sana ia menggambarkan Islam sebagai ‘berbisa’, begitu pun ia tidak mengatakan apa-apa yang bisa memberi ‘kesan’ seperti itu.
“Ini adalah palsu,” kata Lee dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin oleh sekretaris pers-nya Ying Yeong Yoon.
Pernyataan itu untuk menanggapi kabel yang dibocorkan oleh website WikiLeaks saat pertemuan Clinton –sekarang Menteri Luar Negeri AS – dengan para pemimpin Singapura dalam kunjungannya pada bulan Juli 2005.
Kabel itu di antara 700 dokumen kedutaan yang dibocorkan WikiLeaks pekan lalu, yang berisi korespondensi rahasia pada berbagai isu antara tahun 2003 sampai tahun lalu.*