Hidayatullah.com–Kapal Angktan Laut Israel dilaporkan memasuki perairang Arab pekan lalu, tapi tidak terdeteksi.
Menurut Angkatan Bersenjata Israel, kapal mengalami gangguan navigasi, sehingga masuk ke perairan Arab sejauh 700 meter. Demikian lapor harian Israel Haaretz, Selasa (13/9).
Radar Angkatan Laut Israel kemudian memberikan peringatan kepada kapal kelas Dvora itu dan membimbingnya kembali ke perairan Internasional. Tidak ada pasukan negara Arab yang mendeteksi kejadian itu.
Menurut jurubicara militer Israel, berdasarkan penyelidikan atas peristiwa itu diketahui bahwa komandan kapal kelelahan dan akan dijebloskan ke penjara.
Perairan yang diklaim Israel masuk wilayahnya berbatasan dengan Libanon, Mesir dan Yordania.
Peristiwa tersebut terjadi hanya dua hari setelah Angkatan Laut Mesir menangkap tujuh orang warga Israel dan seorang pegawai keamanan swasta di Selat Tiran sekitar Laut Merah. Saat ditangkap mereka kedapatan membawa senjata.
Kapal pesiar kecil yang mereka tumpangi kemudian digiring ke kota pelabuhan Sinai, Sharm El Sheikh. Di kota itu mereka diinterogasi pihak Mesir.
Atas kejadian tersebut Kementerian Luar Negeri Israel melakukan kontak dengan sejawatnya di Mesir. Mereka mengatakan bahwa kejadian itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Setelah hanya beberapa jam ditahan warga Israel tersebut dibebaskan pada hari Kamis (08/9) pagi.*