Hidayatullah.com—Sebuah kelompok mafia yang sedang naik daun dengan aksinya memeras rumah-rumah pemulasaraan jenazah €50 per satu peti mati telah digerebek oleh ratusan polisi dalam salah satu operasi terbesar di wilayah Puglia, selatan Italia.
Aparat keamanan sejak lama mengakui ancaman yang ditimbulkan empat kelompok mafia besar –Cosa Nostra di Sisilia, ’Ndrangheta di Calibria, Camorra di Naples an Sacra Corona Unita di Publia. Namun, belakangan gangguan keamanan dari kelompok Foggia, yang sebagian kalangan menyebutnya sebagai “mafia kelima”, semakin meresahkan masyarakat.
Mafia Foggia memanfaatkan pandemi coronavirus untuk mengambil keuntungan dari pemilik usaha yang mengalami kesulitan, kata Ludovico Vaccaro, kepala kejaksaan di Foggia.
Menurut kejaksaan, klan Foggia bahkan mengharuskan rumah-rumah pemulasaraan jenazah membayar €50 untuk setiap mayat yang mereka urus. “Mafia itu bahkan menyuap seorang pegawai administrasi pemerintah setempat yang setiap hari memberikan daftar orang yang mati di kota itu,” kata Ludovico Vaccaro kepada The Guardian (16/11/2020).
Vaccaro mengatakan bahwa aktivitas lintah darat yang dilakukan kelompok mafia beberapa bulan belakangan semakin marak, mereka menawarkan pinjaman uang kepada para pemilik usaha yang mengalami kesulitan semasa pandemi dengan bunga lebih dari 400%.
“Mafia Foggia sudah menjadi musuh masyarakat nomor satu di negara ini,” kata jaksa antimafia nasional Federico Cafiero De Raho, seraya menambahkan aparat berwenang pun semakin bersikap tegas terhadap mereka.
Serangkaian bom mobil di Foggia pada bulan Februari mendorong Kementerian Dalam Negeri mengirim satu tim penyidik antimafia ke Puglia.
“Mafia Foggia relatif muda,” kata Voccaro kepada The Guardian dalam wawancara awal tahun ini. “Klan ini telah menjadikan mengakar di daerah ini selama sedikitnya 30 tahun. Kita tidak bisa membandingkannya dengan kelompok-kelompok mafia Italia legendaris seperti Costa Nostra dan’Ndrangheta, tetapi mafia ini dikenali dengan kebrutalannya. Seperti apa yang saya sebut sebagai mafia primitif –yang melemparkan jasad mayat ke babi agar dimakan sehingga tidak meninggalkan jejak.”
Mafia di Provinsi Foggia muncul di akhir era 1970-an, ketika kepala mafia Neapolitan Raffaele Cutolo bertemu dengan penjahat-penjahat lokal di Puglia dengan tujuan “menggaji” mereka sebagai anak buahnya di sana untuk menjalankan bisnis perdagangan rokok ilegalnya di kawasan Balkan.
Sekarang, sedikitnya ada tiga kelompok cabang yang beroprasi di sekitar Foggia. Selain Società Foggiana, yang mengeruk uang melalui aksi pemerasan dan menjual narkoba, ada klan Cerignola yang terkenal dengan aksinya perampokannya dengan menggunakan kendaraan antipeluru dan penyelundupan kokain, serta sebuah kelompok lain yang aktif di sekitar Gargano di mana 80% kasus pembunuhan tidak diketahui siapa pelakunya dan bos mafianya diyakini telah membunuh sekitar 360 orang.
Operasi yang dilakukan dini hari Senin awal pekan ini di Foggia berbuntut pada penangkapan sekitar 40 anggota organisasi kriminal yang disebut pihak berwenang Italia sebagai “musuh masyarakat nomor satu”.
Termasuk yang ditangkap adalah pemimpin klan Federico Federico Trisciuoglio dan Pasquale Moretti, yang diduga tergabung dalam organisasi kriminal yang memberikan pinjaman dengan bunga sangat tinggi (lintah darat) dan pemerasan terhadap para pemilik usaha, penjaga toko serta rumah-rumah pemulasaraan jenazah.*