Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Dikubur, Qadhafi Malah Dipajang di Mall

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 22 Oktober 2011 17:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komandan militer kelompok pemberontak di Misratah, Sabtu (22/10/2011), mengatakan bahwa tidak ada pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap mayat Muammar Qadhafi, meskipun ada sorotan tentang bagaimana mantan pemimpin Libya itu menemui ajalnya.

“Tidak akan ada post-mortem hari ini, atau hari lainnya,” kata jurubicara dewan militer di Misratah, Fathi al-Bashaagha kepada AFP.

“Tidak ada yang akan membuka tubuhnya,” katanya lagi.

Pernyataan Bashaagha dibenarkan oleh dua komandan militer pemberontak di Misratah lainnya.

Pimpinan badan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya meminta agar kasus kematian Qadhafi diselidiki, sebab ia ditangkap dalam keadaan hidup sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seruan untuk menyelidiki penyebab kematian Qadhafi ini, akhirnya menunda rencana penguburan yang akan dilakukan pada hari Jum’at (21/10/2011) oleh pihak pemberontak di tempat rahasia.

Suku asal Muammar Qadhafi mendesak Dewan Transisi Nasional agar menyerahkan mayat mantan orang kuat Libya itu, untuk kemudian dimakamkan. Mereka ingin menguburkan Qadhafi di kampung halamannya di Sirte dengan tata cara Islam dan kebiasaan suku mereka. Demikian pernyataan dari suku Qadhafi, sebagaimana dikutip Al Arabiya Sabtu (22/10/2011).

Kelompok pemberontak akhirnya menempatkan mayat Qadhafi, yang hanya mengenakan celana panjang berwarna coklat muda tanpa baju dan tanpa ditutupi kain, di ruang pendingin sebuah pusat perbelanjaan. Mayatnya dipertontonkan kepada khalayak umum.

Warga Libya baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda, berbaris antri untuk melihat dan mengabadikan mantan pemimpin mereka secara bergantian. Tidak sedikit yang menggunakan kamera telepon genggam untuk memotret mayat Qadhafi yang digeletakkan begitu saja di lantai beralaskan selembar kasur busa.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari kamis (20/10/2011) mengatakan bahwa kematian Qadhafi sebagai hari bersejarah bagi Libya.

“Bayangan hitam tirani telah disingkirkan,” kata Obama.

Serangan udara pasukan NATO yang mendukung serangan darat pasukan pemberontak menjadi awal tertangkapnya Qadhafi. Pemimpin Libya itu ditemukan di pipa saluran pembuangan air, saat sedang bersembunyi menghindari serangan udara pasukan NATO.

Dalam rekaman video yang beredar terlihat Qadhafi kemudian diseret oleh banyak orang. Badannya dipukuli sambil ditarik rambutnya. Kepala Qadhafi mengeluarkan darah sehingga mengotori bajunya. Beberapa saat kemudian ia digeletakkan di tanah dalam dan dilucuti pakaian atasnya dalam keadaan mati, setelah sebelumnya terdengar tembakan beberapa kali.

Muammar Qadhafi sempat meminta agar dirinya tidak ditembak mati.

Menurut hukum internasional, Muammar Qadhafi termasuk tawanan perang yang tidak boleh dibunuh begitu saja. Ia harus diperlakukan khusus, untuk kemudian diadili di pengadilan guna mempertanggungjawabkan kejahatan yang dituduhkan atas dirinya.

Melihat perlakuan atas Qadhafi, serta komentar dan informasi simpang-siur yang disampaikan para pemimpin pemberontak terkait peristiwa kematian Qadhafi, sepertinya Dewan Transisi Nasional dan para pendukungnya ingin lepas tangan begitu saja dari  masalah ini.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libyaminyakold migratetewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Dilarang Masak Pakai LPG
Tulisan selanjutnya Ribuan Muslim Malaysia Menentang Pemurtadan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?