Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intervensi Asing di Suriah akan Memecah Kawasan TimTeng

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 30 Oktober 2011 18:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Intervensi militer Barat di Suriah akan menyebabkan “gempa bumi” yang “akan membakar seluruh kawasan,” kata Presiden Bashar al-Assad mengingatkan, menyusul maraknya tuntutan demonstran agar diterapkan zona larangan terbang atas negara mereka.

Sebagaimana dilansir Associated Press (30/10/2011), peringatan tersebut disampaikan Al-Assad dalam wawancaranya dengan Sunday Telegraph.

Presiden Suriah itu juga mengatakan bahwa intervensi dari luar yang menentang rezimnya, akan menjadikan Suriah seperti Afghanistan.

“Suriah adalah daerah penghubung sekarang di kawasan ini. Ia adalah daerah patahan, jika Anda bermain-main dengan tanah ini, maka akan mengakibatkan gempa bumi,” kata Assad.

“Apakah kalian ingin melihat satu Afghanistan lagi, atau puluhan Afghanistan lainnya?”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apapun yang terjadi di Suriah, maka akan membakar seluruh kawasan ini. Jika rencananya adalah untuk memecah belah Suriah, maka berarti memecah seluruh kawasan ini,” tegas Assad.

Aksi demonstrasi massa besar-besaran di Suriah terjadi menyusul aksi serupa yang lebih dulu dialami Tunisia, Mesir dan Libya. Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 3.000 orang telah menjadi korban tewas sejak bentrokan antara pemerintah dengan rakyat terjadi pada pertengahan Maret lalu.

Merujuk pada sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa yang datang bertubi-tubi, Assad mengatakan bahwa negara-negara Barat bersatu untuk memberikan tekanan yang lebih kuat kepada pemerintahannya.

“Tapi Suriah berbeda pada setiap aspeknya dari Mesir, Tunisia dan Yaman. Sejarahnya berbeda. Politiknya berbeda,” kata Assad.

Assad menggambarkan konflik yang terjadi di negaranya sebagai “pertarungan antara islamisme dan pan-arabisme.” Ia menunjuk pada partainya, Baath, yang berideologi sekuler dan Al Ikhwan Al Muslimun, yang digempur oleh rezimnya pada tahun 1982.

“Kami telah memerangi Al Ikhwan Al Muslimun sejak 1950 dan kami masih terus melawannya,” kata Assad.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Dilarang Berpolitik
Tulisan selanjutnya Kecelakaan, Jamaah Diangkut Helikopter Ambulan BSM Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’

Berita
15 September 2026 09:33
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic

Terbaru

  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
  • Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?