Hidayatullah.com–Pemerintah Amerika sedang berunding dengan Kuwait untuk menempatkan pasukan Amerika yang ditarik dari Irak di negara itu.
Harian The New York Times melaporkan bahwa perundingan itu adalah bagian dari rencana Amerika meningkatkan kehadirannya di Teluk Persia, supaya Amerika bisa bertindak cepat apabila terjadi konfrontasi dengan Iran atau kekacauan timbul lagi di Iraq.
Selain menempatkan pasukan di Kuwait, Amerika juga sedang mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak kapal perang ke perairan internasional di kawasan itu, tapi jumlah pasukan siaga itu belum ditentukan.
“Kami akan memiliki kehadiran yang kuat di seluruh wilayah, yang merupakan bukti dari komitmen kami untuk Iraq dan masa depan wilayah itu, Dan sebaiknya dibebaskan dari gangguan luar untuk terus melanjutkan jalur demokrasi,” ujar Menteri Luar Ngeri AS, Hillary Rodham Clinton dikutip laman nytimes.com.
Belum ada konfirmasi tentang laporan yang dimuat harian The New York Times itu, yang ditulis berdasarkan wawancara dengan pejabat-pejabat militer dan diplomat yang tidak disebut namanya.
Amerika telah membahas berbagai rencananya di kawasan Teluk Persia sejak berbulan-bulan, tapi menurut The New York Times, rancangan itu semakin dianggap penting setelah presiden Barack Obama mengumumkan akan menarik semua pasukan Amerika dari Iraq akhir tahun ini.
The New York Times juga mengatakan pemerintah Amerika sedang berusaha meningkatkan hubungan dan kerjasama militer dengan negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk Persia, yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain, Qatar, Emirat Arab Bersatu dan Oman.
AS sendiri saat ini menggunakan pangkalan udara dan daratan Kuwait untuk mempertahankan sebuah pasukan kecil mereka di dalam negeri Kuwait.
Konflik Iraq dan Kuwait, telah menjadi alat bagi AS. Serangan Iraq terhadap Kuwait tahun 90-an telah dijadikan AS sebagai alasan untuk menyerang Iraq dan untuk memperkuat hegomoninya di Timur Tengah serta bertahan di Timur Tengah.
Kuwait telah memainkan peran penting dalam perang Irak dari awal . Sebagian besar pasukan darat AS meluncurkan invasi dari wilayah Kuwait pada Maret 2003 , dan negara Teluk kecil itu telah menjadi sebagai titik transit untuk pasokan konvoi pasukan koalisi dan transportasi udara selama konflik Kuwait dengan Iraq.
Sayangnya, Kuwait merupakan salah satu negara yang terjebak oleh permainan imperialisme AS ini. *
Foto: Pangkalan Angkatan Udara AS Al-Udeid di Qatar, salah satu negara Teluk Persia lainnya