Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Terlibat Dalam Perang Saudara di Libya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2011 09:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang penulis Prancis dalam bukunya menyebutkan adanya keterlibatan Paris dalam perang saudara di Libya. Paris telah menyuplai senjata dan ahli militer ke Tripoli.

Xinhua hari Selasa, (8/11/2011) melaporkan, Bernard Henri Levy, penulis dan pakar masalah Libya dalam bukunya yang baru, berjudul “Perang Bukan Sesuatu Yang Dicintai” (La Guerre Sans L aimer), menulis tentang keterlibatan para pejabat Prancis dalam mendukung para revolusioner Libya. Paris telah mengirimkan pasukan dan berbagai senjata ke negara tersebut. Bantuan senjata itu masuk ke Libya melalui Qatar.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa bulan April lalu, Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy bertemu secara rahasia dengan Jenderal Younes, Panglima Militer Revolusi Libya.

Levy juga menyinggung pertemuan Sarkozy dengan Ketua NTC, Mustafa Abdel Jalil. Dalam pertemuan itu, Sarkozy menyetujui pengiriman pasukan khusus Prancis ke Libya.
Sarkozy menyetujui pengiriman pasukan khusus Prancis ke Libya.

Pasukan Asing

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Ketua Dewan Transisi Nasional, NTC, Mustafa Abdul Jalil menolak gagasan untuk penempatan pasukan militer internasional di Libya dalam bentuk apapun.

Perwakilan Libya untuk PBB, Ibrahim Dabbashi, mengatakan kepada BBC, bahwa situasi di Libya adalah unik.
 
“Mereka (PBB) menempatkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian di lapangan namun faktanya krisis di Libya adalah unik,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Transisi Nasional, NTC, Mustafa Abdul Jalil, menegaskan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pejabat NATO dan NTC memutuskan tidak diperlukan pasukan asing dalam menjaga keamanan di Libya.

“Kami akan mempertaruhkannya pada kaum muda dan kami yakin bahwa pertaruhan itu akan menang,” tegasnya.

Bagaimanapun dia memperingatkan Kolonel Qadhafi masih belum selesai.

“Bahaya yang mengancam revolusi dan rakyat Libya masih tetap ada. Qadhafi memiliki dukungan dan pengikut di dalam maupun di luar negeri.”

Hingga saat ini keberadaan Kolonel Qadhafi masih belum diketahui.

Sementara itu utusan khusus PBB untuk Libya, Ian Martin, mengatakan PBB memperkirakan akan diminta bantuan untuk membangun kepolisian Libya.

“Kami tidak memperkirakan permintaan akan pengamat militer,” tuturnya usai pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Amat jelas kalau Libya ingin menghindarkan setiap bentuk pengerahan militer dari PBB atau yang lainnya.”

Pemerintah sementara Libya sudah memberikan ultimatum kepada pasukan pendukung Kolonel Muammar Qadhafi untuk menyerah atau menghadapi kekuatan militer.

Ketua NTC, Mustafa Abdul Jalil, mengatakan ultimatum ditujukan kepada pendukung Qadhafi di kota kelahiran Qadhafi, Sirte, dan juga di kota-lota lainnya.

Dalam konferensi pers di Benghazi, Jalil mengatakan jika hingga Sabtu 3 September tidak ada ‘indikasi perdamaian’ dari pasukan pendukung Qadhafi untuk menyerah maka akan diputuskan tindakan militer.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, menyambut baik penentuan batas waktu bagi kelompok pendukung Qadhafi untuk menyerah.

“Saya kira merupakan hal yang tepat untuk mengatakan kepada kekuatan yang masih setia kepada sisa-sisa rezim Qadhafi bahwa ini merupakan kesempatan untuk meletakkan senjata, untuk mempertimbangkan situasinya,” dikutip Voice of America.

Dia menambahkan bahwa Komite Sanksi PBB sudah menerima permintaan pemerintah Inggris untuk mencairkan aset senilai US$1,55 miliar dalam bentuk uang tunai Dinar Libya yang selama ini ditahan di Inggris.

Uang tersebut, tambah Hague, bisa digunakan untuk membantu mengatasi kebutuhan kemanusiaan.

Pengumuman batas waktu agar pasukan Qadhafi menyerah diisampaikan setelah istri dan ketiga anak Kolonel Qadhafi mengungsi ke Aljazair.

NTC menyebut hal itu sebagai agresi terhadap rakyat Libya namun pemerintah Aljazair menegaskan keluarga Qadhafi diterima berdasarkan pada alasan kemanusiaan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brussel Sebut Israel Rezim Apartheid
Tulisan selanjutnya Ulama Berjuluk “Penghidup Agama”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?