Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belanda Tahu Muslim Srebrenica akan Dibantai Serbia

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 15 November 2011 18:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komandan pasukan PBB asal Belanda, Thom Karremans, sebenarnya mengetahui bahwa ribuan orang pria Muslim Bosnia akan dibunuh, setelah Srebrenica jatuh ke tangan pasukan Serbia Bosnia pada tahun 1995.

Pernyataan itu dikatakan oleh Ger Kremer, mantan dokter bedah militer yang ditugaskan bersama Dutchbat, dalam wawancara yang ditayangkan televisi publik Belanda pada hari Rabu (09/11/2011), lansir Radio Nederland.

Saat Perang Bosnia-Serbia 1992-1995, pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Belanda, Dutchbat, ditugaskan menjaga wilayah komunitas Muslim yang ditetapkan sebagai zona aman PBB di Srebrenica.

Kremer menuding Karremans berbohong dibawah sumpah di Mahkamah Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslavia pada persidangan para penjahat perang Serbia.

Dokter bedah itu mengatakan, ia dan Karremans menyaksikan sendiri saat 8.000 Muslim digiring pasukan Serbia Bosnia, setelah Srebenica jatuh ke pasukan pimpinan Ratko Mladic pada Juli 1995. Saat Kremer bertanya kepada Karremans tentang apa yang akan terjadi dengan ribuan Muslim itu, Karremans menjawab ahwa kemungkinan sesuatu yang buruk akan terjadi kepada mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu Karremans menyangkal tudingan tersebut. “Saya tetap pada pernyataan sebelumnya,” ujarnya. Mantan komandan Dutchbat itu mengatakan, dia bahkan tidak pernah melihat Muslim Bosnia itu digiring, apalagi tahu bahwa mereka akan dibunuh.

Namun, sejarawan militer Christ Klep mengatakan bahwa cerita versi Karremans tentang Pembantaian Srebrenica itu tidak akurat. Klep menjelaskan, banyak dari puluhan mantan tentara Dutchbat yang telah ia wawancarai mengatakan bahwa mereka tahu tentang genosida yang akan dilakukan pasukan Serbia Bosnia, dan komandan mereka pastinya juga mengetahui hal tersebut.

Pasukan Belanda yang ditempatkan di Srebrenica ketika itu ada yang menyebut berjumlah 200 dan lainnya menyebut 600 orang.

Dalam salah satu film dokumenter buatan BBC, pada suatu malam Karremans terlihat sedang minum-minum dengan Ratko Mladic, saat berunding tentang ribuan Muslim yang berlindung di pos keamanan PBB di Srebrenica [lihat gambar]. Setelah itu Karremans dan beberapa anak buahnya juga terlihat menerima hadiah yang dibungkus kertas kado dari Ratko Mladic.*

Keterangan foto: Paling kiri, komandan tertinggi pasukan Serbia Bosnia Ratko Mladic dan ketiga dari kiri, komandan Dutchbat Kolonel Thom Karremans, saat berunding tentang nasib Muslim Srebrencia.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Facebook Pulihkan Akun Salman Rushdie
Tulisan selanjutnya Israel Bantu Kenya Basmi kelompok Islam di Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?